
Elora Nathania Prameswari tumbuh bersama dua nama yang nyaris tak pernah terpisah dari masa kecilnya. Dua sahabat yang sejak taman kanak-kanak berjalan di sisi yang berbeda, namun selalu kembali ke titik yang sama; membentuk kebersamaan yang selama bertahun-tahun tak pernah menuntut lebih dari sekadar tawa dan kehadiran. Tetapi, waktu perlahan mengubah cara mereka bernapas. Kedekatan itu mulai menyisakan jeda, seolah ada perasaan yang tumbuh tanpa izin, tanpa suara, dan tanpa kesepakatan. Kini, sebuah pertanyaan menggantung di antara pendar senja mereka: jika persahabatan yang telah bertahan begitu lama akhirnya meminta ruang untuk sesuatu yang lebih, siapakah yang akan berani melangkah maju-dan siapakah yang harus memilih diam, meski hatinya telah lebih dulu jatuh?All Rights Reserved
1 part