Bianka dan kakaknya, Resa, memutuskan keluar kota untuk bekerja demi membantu ekonomi orang tua mereka di kampung. Dengan dana terbatas, mereka mencari kost murah melalui internet hingga menemukan sebuah bangunan tua di pinggir jalan dengan harga yang terlalu terjangkau untuk dilewatkan.
Awal tinggal di sana terasa menyenangkan. Namun, Resa mulai menyadari kejanggalan. Kost tiga lantai itu seharusnya dihuni oleh tiga orang, tetapi satu penghuni lain tak pernah sekali pun ia lihat.
Setiap malam, suara-suara asing terdengar dari lantai atas-langkah kaki, pintu terbuka, lalu sunyi. Saat Resa mencoba bertanya, tak satu pun jawaban terasa jujur.
Dengan kondisi ekonomi yang mendesak, mereka dihadapkan pada pilihan sulit: pergi dan kehilangan tempat tinggal, atau bertahan di gedung yang perlahan membuat mereka merasa tidak sendirian.
Apa jadinya jika cinta tak cukup untuk menyatukan dua hati?
Rayyandra dan Nayanika datang dari dua dunia yang tak sama. Perbedaan keyakinan, budaya, dan takdir menjadi jurang di antara mereka. Namun perasaan-sekuat apa pun ditekan-tetap tumbuh. Dan luka-sepelan apa pun dipendam-tetap menganga.
Ini bukan kisah tentang salah dan benar.
Ini tentang dua hati yang saling mencinta, tapi terpaksa menjauh demi keyakinan yang mereka jaga.
Karena terkadang, mencintai berarti melepaskan. Dan perpisahan adalah bentuk cinta paling menyakitkan.