wanita Tuan Presdir

wanita Tuan Presdir

  • WpView
    Reads 34,616
  • WpVote
    Votes 161
  • WpPart
    Parts 15
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jan 6, 2026
Takdir memang sangat unik, ketika Jovan mati-matian menjaga imannya, tuhan justru menunjukan jalan untuk Jovan bisa melihat ke indahan terdalam dari tubuh istrinya. Wajah Vannya memerah, ia memutuskan kontak mata mereka lalu meraih handuk dengan tangan bergetar. Ini sangat memalukan bagi Vannya. Jovan tidak kalah terkejut dengan Vannya, ia terdiam dengan jantung yang hampir meledak. Ludah yang susah payah ia teguk justru terasa tercekat di dalam tenggorokannya. Indah... Vannya sangat indah. Mata Jovan tidak bisa berpaling lagi dari sosok di dalam balik kaca transparan itu, dia terlihat sangat cantik dan anggun. Tubuhnya yang seputih salju masih basah oleh air, tampak sangat mengkilap dan bersih. Jovan ingin itu. Ia ingin dirinya yang membasahi seluruh tubuh Vannya. Dengan lidah atau hal yang lainnya.... "Va-vanya..." Vannya sudah berdiri membelakangi sang suami, tapi karena sangking gugupnya ia sampai kesulitan memakai jubah mandinya."Tu-Tuan jangan hadap..." "Kau cantik sekali" suaranya menjadi serak karena birahinya yang semakin tergoda oleh keindahan tubuh Vannya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The King & The Doctor
  • Given || Ju Jihoon
  • Love at Time's Brink [PROSES TERBIT]✔️
  • NIGHT NOISES || Romance Horror [SEGERA TERBIT]
  • KUASA DUNIAWI(Transmigrasi BL)
  • JEEVANA
  • [BL Transmigrasi] Male Concubine
  • Secretary Or Mommy? || HIATUS
  • I Want to Live [END]
  • Second

Aresh-seorang Dokter dari zaman Modern tiba-tiba terlempar ke sebuah negeri kuno yang masih ketinggalan zaman. Ia siap untuk mengacak-acak kerajaan mereka dengan kejeniusan, dan ilmu pengetahuannya yang sudah modern. Awalnya Aresh memutuskan untuk membantu mereka dengan menjadi pelayan istana, tapi ... ketika ia teringat bahwa dirinya itu cukup di hargai di tempat asalnya, dia berubah pikiran. "Bersumpahlah kau akan menjadi pelayanku yang setia!" -Raja Shaka "Pelayan? Bodoh ... aku juga ingin menjadi seorang raja." -Aresh

More details
WpActionLinkContent Guidelines