Rumah tanpa pulang

Rumah tanpa pulang

  • WpView
    Membaca 2
  • WpVote
    Vote 1
  • WpPart
    Bab 1
WpMetadataReadDewasaLengkap Min, Des 21, 2025
haloOww guys, jangan lupa vote dan komen ya🥰❗🍒 tandai jika ada typo❗🆗 ••••• Ini adalah kisah tentang gadia rapuh yang tak pernah di dengar pendapat nya oleh orang-orang sekitarnya, dia selalu saja di anggap beban oleh keluarga nya. dimana-mana keluarga adalah tempat pulang ternyaman bagi anak tetapi beda halnya dengan Aletta, menurut nya kata 'Keluarga' itu lebih cocok di bilang neraka daripada rumah 'Gw selalu benci ngeliat lo Aletta, kenapa ga lo mati aja dari dunia ini' ~ 'Anak ga tau diri, masih untung saya masih mau menampung anda!' ~ 'Gw selalu iri sama lo, sialan' 'Mati aja Lo anjing!' 'Aletta bakal kabulin ucapan kalian yang nyuruh Aletta mati' {Aletta}.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Tsundere Maniak Susu
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • De Andere Weg
  • PERIHELION
  • Little Prince
  • Transmigrasi Ziora
  • Blueprint Pelarian Villain
  • Change The Protagonis Fate (END)
  • I'm Not Just a Figuran
  • MY EX-RIVAL

Zanuel Luca Korzh seorang anak bungsu dari keluarga terpandang di daerah kota ini. Namun, keistimewaannya membuat dirinya berbeda dari anggota keluarganya yang lain. Dia memang dingin, culun, cupu dan bau. Kalau keluarga besarnya mengatakan dia adalah keturunan yang gagal. Ia memiliki satu rahasia yang tidak pernah ada satupun keluarganya tahu, bahwa dirinya masih menyusu memakai dot bayi berwarna bening dengan puting silikon yang enak untuk di hisap baginya. Suatu hari semuanya mulai terkuak setelah cucu bungsu keluarganya itu mulai tinggal di rumahnya. Lantas apakah yang akan terjadi jika keluarganya tahu bahwa ia masih menyusu? Cover by Me with Ibis Paint

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan