
Semua berawal dari kurangnya kasih sayang. Rasa haus akan perhatian membuat Li ditatap cukup lama oleh Ocean. Siapa anak itu? Apa yang diinginkannya? Ocean bertanya dalam batinnya sembari berusaha keras menemukan celah agar bisa berbicara empat mata dengan sosok yang sejak awal telah menarik perhatiannya tersebut. Tak butuh waktu lama bagi Ocean untuk mengetahui asal-usul Li. Namun, kenyataan itu justru membuat mereka semakin mempertanyakan status hubungan mereka yang sebenarnya. Kesibukan Ocean membuat Li kian merasa haus akan perhatian, sementara kegemaran Li di sisi lain mulai memicu kekhawatiran besar dalam diri Ocean. Ocean terus mencari cara agar kegemaran tersebut bisa menghilang dari kehidupan Li demi meredam kekhawatirannya. Ia akhirnya menemukan sebuah jalan keluar dengan mengantarkan Li ke dunia yang baru. Di sana, hasrat dan gairah Li tersalurkan. Li kini bisa meluapkan seluruh emosinya melalui teriakan setiap kali ia berhasil mencetak poin baru. Lambat laun, Ocean mulai menyadari bahwa ia mencintai Li lebih dari sekadar teman. Ia memutuskan mundur dari jabatannya dengan dalih ingin fokus memberikan perhatian kepada Li. Baginya, Li adalah sosok teman yang selalu menguatkannya saat ia berada di bawah tekanan sang ayah yang dahulu pernah hampir membunuhnya. Namun, keputusan itu justru membuat keduanya terjebak dalam sebuah permainan yang tidak diketahui siapa penggeraknya. Meski begitu, tekad mereka yang kuat perlahan-lahan membuat kendali permainan tersebut mulai diambil alih oleh keduanya. karya asli pemikiran gnysaa, mohon bijak dalam membaca, ada adegan 18+ di dalamnya.All Rights Reserved