Rayyan Arshaka Malik menjalani hidup dengan langkah yang terukur dan sunyi. Di antara kuliah, kerja paruh waktu, dan tanggung jawab sebagai kakak sekaligus orang tua pengganti, ia belajar menahan banyak hal-lelah, rindu, dan keinginan yang tak sempat diberi nama.
Hingga suatu hari, pertemuan-pertemuan kecil mulai mengganggu ritme yang selama ini ia jaga. Bukan pertemuan yang dramatis, melainkan jeda-jeda sederhana: di lorong kampus, di rak buku, di perpustakaan, di masjid. Di sana hadir seseorang yang perlahan dikenal, bukan lewat janji, tapi lewat percakapan yang jujur dan jarak yang saling dipahami.
Novel ini bercerita tentang proses mengenal-bukan hanya mengenal orang lain, tapi juga mengenal diri sendiri, luka lama, dan keberanian untuk menerima rasa tanpa harus melanggarnya. Tentang keluarga, kehilangan, iman, dan cinta yang tumbuh pelan-pelan di tengah hidup yang menuntut untuk tetap kuat.
Karena tidak semua rasa harus segera dimiliki.
Sebagian hanya perlu dipahami, lalu dijaga dengan cara yang paling tenang.
Short Story [21+]
Lihat TAG sblm baca, yaaa, biar gak salah genre♥️
Bukan cerita ng*we langsung beres, tapi ada alurnya. Yang gak suka cerita jenis beginian, jangan salah lapak!
Repost cerita lama
Dosa ditanggung bersama