fracture
  • WpView
    Reads 64
  • WpVote
    Votes 26
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jan 2, 2026
Bagi Queenzel, Kenzo adalah satu-satunya tempat pulang yang ia kenal. Bagi Kenzo, Queenzel adalah alasan untuk bertahan. Mereka tumbuh dalam ikatan yang terlalu erat untuk disebut sekadar persahabatan-dan terlalu rapuh untuk diuji oleh perasaan yang mulai berubah arah. Saat cinta perlahan mengambil bentuknya sendiri, garis yang seharusnya jelas justru semakin kabur. Di balik tawa dan kebersamaan, ada rahasia yang tak pernah mereka pilih untuk diwarisi. Dan ketika masa lalu mulai menuntut kehadirannya, dunia yang mereka bangun bersama perlahan menunjukkan retaknya. Di antara keheningan, keraguan, dan kehadiran yang tak pernah benar-benar diundang, Queenzel dan Kenzo dihadapkan pada dua kemungkinan yang sama-sama menyakitkan. Pertama, bertahan pada perasaan yang terasa salah, atau kedua melepaskan satu sama lain demi kebenaran yang belum tentu mereka pahami sepenuhnya.
All Rights Reserved
#143
friendstolovers
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Time
  • I'm Not Just a Figuran
  • Blueprint Pelarian Villain
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • GRAVARENZO
  • Tsundere Maniak Susu
  • GHAIKA (REVISI)
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • Transmigrasi Ziora
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines