Unable to Hide

Unable to Hide

  • WpView
    Leituras 65
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Capítulos 31
WpMetadataReadConcluída dom, dez 21, 2025
Anya menjalani hidup dengan satu kebiasaan: menghilang tanpa pernah benar-benar pergi. Ia cerdas, tenang, dan terbiasa menyelesaikan masalah yang tidak ingin disentuh siapa pun. Bekerja di balik layar, memikul tanggung jawab tanpa nama, dan mundur sebelum orang lain sempat menyadari seberapa besar beban yang ia tanggung. Ketika sorotan kekuasaan korporat tiba-tiba mengarah padanya, Anya melakukan satu hal yang paling ia kuasai-menjauh. Namun menjauh selalu punya harga. Saat konflik tersembunyi mulai terbuka, loyalitas diuji, dan sistem yang tampak rapi mulai retak, Anya dipaksa menghadapi satu hal yang tak lagi bisa ia hindari: dirinya sendiri. Di tengah orang-orang yang percaya pada kemampuannya, bahkan lebih dari yang ia percayai, Anya harus memilih-terus melarikan diri, atau berdiri di tempat yang seharusnya ia tempati sejak awal. Lalu ada Daniel. Tenang. Hadir tanpa mendesak. Menjaga tanpa menguasai. Bersamanya, Anya belajar bahwa kekuatan tidak selalu berarti menanggung segalanya sendirian-dan bahwa bertahan bisa menjadi bentuk keberanian yang sama besarnya dengan pergi. Unable to Hide adalah novel tentang kekuasaan, pilihan, dan keberanian sunyi untuk berhenti menghilang. Tentang seorang perempuan yang akhirnya menyadari bahwa tidak semua beban harus ditahan sendiri, dan tidak semua cinta datang dengan suara keras-beberapa hanya datang, lalu tinggal.
Todos os Direitos Reservados
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • SASMITA CANDALA (21+)
  • De Andere Weg (END)
  • Revenge Marriage (SELESAI)
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • The Last Yes!
  • Almost Married (END)
  • I Won't Be the Tragic Fiancée
  • The Villain's Mother
  • Nala dan Mas Juragan
  • Chasing Sanara

Di Fakultas Ilmu Budaya tempat Andini menuntut ilmu, terdapat satu keanehan yang mencolok: seorang dosen bernama Bapak Mahapraja Hapsari. Setiap kali mengajar, beliau selalu mengenakan kain batik sebagai bawahan. Beliau tidak pernah mengenakan celana kain. Kain tersebut dipadupadankan dengan kemeja berwarna teduh, seperti krim, cokelat muda, putih gading, hijau pupus, dan sesekali merah muda. Penampilannya selalu tampak rapi dan konsisten. Pada awalnya, ketika baru memasuki semester pertama, Andini mengira bahwa hal tersebut hanyalah gaya berbusana biasa. Namun, hingga memasuki semester ketiga, gaya berpakaiannya tidak pernah berubah. Pada suatu siang, karena rasa ingin tahu yang besar, Andini memberanikan diri bertanya secara langsung dengan sopan dan santun. Ia bertanya mengapa beliau tetap mengenakan kain lebar yang terkesan gerah di cuaca panas seperti ini. Dosen yang bertubuh besar dan kekar dengan kulit berwarna cokelat mengilat itu tidak segera menjawab. Ia justru balik bertanya, "Kamu bukan orang Jawa asli, bukan?" "Iya, Pak. Saya orang Sunda. Ibu saya yang berdarah Jawa," jawab Andini. Pria itu bergumam pelan, "Sayang sekali." Wajahnya seketika tampak muram. "Jika kamu benar-benar ingin tahu, temui aku di ruanganku pukul lima sore," ujarnya.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo