Can We Fall in Love in October?

Can We Fall in Love in October?

  • WpView
    Reads 550
  • WpVote
    Votes 61
  • WpPart
    Parts 21
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Apr 10, 2026
Setelah patah hati terbesarnya, Rania mengubah cara pandangnya tentang cinta. Ia memulai kehidupan barunya di Jakarta. Hari-harinya dipenuhi dengan tumpukan naskah, tenggat waktu, dan secangkir kopi. Hidup di tengah hiruk-pikuk kota, Rania menemukan kehangatan dan ketenangan yang belum pernah ia rasakan sebelumnya di sebuah library cafe. Di tempat itulah Rania bertemu dengan Ammar. Pertemuan mereka bermula dari obrolan ringan tentang buku yang Rania baca. Sayangnya, pertemuan sederhana itu menjadi kali pertama dan terakhir Rania dan Ammar berjumpa. Mereka tidak sempat bertukar nomor untuk tetap terhubung, hanya nama panggilan dan percakapan yang menjadi pengingat. Rania kehilangan jejak Ammar.
All Rights Reserved
#454
2025
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Work Life, Love Balance (END)
  • Menuju Seperempat Abad
  • Little Sinner 🔞
  • Call It A Day!
  • Atap yang Sama, Rasa yang Lama
  • The Last Yes!
  • Touchpoints
  • PAK KADES PAK SUAMI
  • Half Of My Heart ​[UNDER REVISION]
  • Goodbye, Hello?

Siena Zahra tidak pernah menyangka keputusan impulsif untuk menemani sahabatnya--Raline, melakukan kopdar Tinder dengan identitas palsu akan berubah menjadi mimpi buruk yang merembet sampai ke kantor. Waktu itu, demi keamanan karena itu pengalaman pertama Raline dalam dunia dating apps, mereka sepakat memakai nama dan pekerjaan palsu. Pertemuan berlangsung canggung-apalagi karena Dipta, cowok Tinder itu, ikut membawa temannya, pria dengan tatapan dingin dan observan bernama Naresta Dirgantara. Siena tahu pria itu mencurigainya, tapi dia berpura-pura santai. Mereka pulang dan menganggap semua itu hanya pengalaman lucu yang tidak perlu diingat lagi. Dua minggu kemudian, hidup Siena jungkir balik. Perusahaan mengumumkan atasan baru di divisi Siena. Masuklah pria yang sama. Pria dari kopdar itu. Naresta Dirgantara. Dan tatapan lelaki itu tepat seperti dugaan Siena--dingin, menilai, sinis, seolah berkata "Aku tahu kamu penipu." Sejak hari pertama, Siena menjadi target perhatian Naresta dan bukan yang menyenangkan. Setiap laporan, rapat, hingga keputusan kecil pun selalu dipertanyakan. Seakan Naresta sengaja menjadikan masa lalu singkat itu sebagai alasan untuk meruntuhkan profesionalitas Siena.

More details
WpActionLinkContent Guidelines