The Tableau Killer: The Muse

The Tableau Killer: The Muse

  • WpView
    Membaca 18
  • WpVote
    Vote 3
  • WpPart
    Bab 2
WpMetadataReadDewasaBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sab, Des 27, 2025
Dia mencintaiku. Dia merawatku, dia memberiku rumah, dia menyelamatkanku dan dia selalu ada untukku. Aku mencintainya, dia segalanya yang aku punya. Aku tidak bisa hidup tanpa berada di sampingnya. Apa yang aku berikan tidak sebanding dari apa yang dia berikan untukku. Aku hanya akan menjadi beban jika aku tidak setia kepadanya. Bagaimana seorang aku bisa setara dengannya? "Kamu akan terlahir kembali." Begitu ucapannya ketika dia membuka jendela dunia untukku. Bagaimana bisa aku meragukan seseorang yang menunjukkan arah jalan hidupku? Aku mencintainya, ketika dia selalu memberiku ruang. Ketika dia selalu memberiku kesempatan bersuara. Dia tidak akan meninggalkanku, bagaimana bisa aku ingin meninggalkannya? Aku mencintainya ── ⋆⋅☆⋅⋆ ⋆⋅☆⋅⋆ ── Cerita ini adalah thriller psikologis, bukan cerita romantis. Narasi disampaikan dari sudut pandang karakter yang tidak selalu dapat dipercaya dan mengandung tema grooming, abuse serta manipulasi psikologis. Jika kamu mencari hubungan ideal atau bacaan yang nyaman, cerita ini mungkin bukan untukmu. NB: Cover hasil prompt AI, hak kepemilikan bukan oleh penulis. Semua cerita, narasi dan ide berasal dari penulis tanpa bantuan AI dalam penulisannya.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Hello, Mr. Mafia!
  • Shadow in the Lab
  • Bound to Him
  • (END) Setting the Path of Life - 🔞BL, ABO (JOONGDUNK)
  • Fraktal Rahasia
  • FRAGMENTS OF HEART - GINJAY ☆
  • Defiant [END]
  • My Perfect Model ( Republish )
  • SHEA SANG FIGURAN
  • Trasmigrazione Gemellare Antagonista.

Arunika Sandyakala, gadis 22 tahun yang tengah menikmati healingnya di Italia, tepatnya di kota Roma, harus bernasib sial karena tiba-tiba diculik oleh beberapa pria berbadan besar dan di sekap di ruang bawah tanah. Dia mengumpati nasib sial yang menimpanya. Kenapa harus berakhir sial menjadi tawanan salah tangkap? Bukannya takut hidupnya berakhir begitu saja di hadapan pria yang menjadi ketua Mafia terbesar di daratan Eropa itu, Arunika malah mengumpati pria pertengahan 30 tahun itu sejadi-jadinya. Matteo, pemimpin Mafia terkenal di daratan Eropa itu cukup takjub dengan gadis yang mengaku korban salah tangkap oleh bawahannya. Dia cukup takjub dengan keberanian Arunika yang meludahinya sembari mengumpat dengan suara melengking khas gadis itu, membuat telinganya pengang selama beberapa detik. "Kau salah tangkap bajingan! Lagi pula untuk apa aku menjadi mata-mata Mafia mu? Not my style sekali, tuan!" ••• This is my first story, don't plagiaze it!

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan