Unreturned

Unreturned

  • WpView
    Reads 112
  • WpVote
    Votes 26
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Dec 26, 2025
Ada perasaan yang tumbuh diam-diam, menetap terlalu lama, namun tak pernah benar-benar tahu harus dibawa kemana. Bertahun-tahun berlalu dalam kebiasaan sederhana, percakapan yang sederhana, tawa yang cukup, dan jarak yang sengaja dipelihara. Ia memilih menyimpan perasaan itu sendiri, mencintai tanpa harus mengaku dan berharap tanpa berani meminta apa-apa. Waktu terus berjalan, banyak hal berubah dan berganti. Namun perasaan itu masih ada, tidak pergi, tapi juga tidak pernah benar-benar menjadi apa-apa. Unreturned kisah tentang cinta dewasa yang tertahan, yang dipendam terlalu lama. Tentang keberanian yang selalu datang sedikit terlambat, tentang rindu yang terlalu sopan untuk diucapkan. Sebuah cerita tentang apa yang tersisa ketika cinta tidak pernah benar-benar dimulai, dan karenanya, tidak pernah berakhir. *** Cerita ini murni dari hasil pemikiran author sendiri. Dilarang plagiat ya teman-teman! Jangan lupa follow akunku yaaa.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Time
  • Blueprint Pelarian Villain
  • Transmigrasi Ziora
  • I'm Not Just a Figuran
  • GRAVARENZO
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • Tsundere Maniak Susu
  • GHAIKA (REVISI)
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines