The Face That Should Be Gone

The Face That Should Be Gone

  • WpView
    reads 190
  • WpVote
    Stemmen 27
  • WpPart
    Delen 2
WpMetadataReadLopende
WpMetadataNoticeLaatst gepubliceerd zat, jan. 24, 2026
WpInfo
Fanfic
Datang tak diundang, pulang malah ngajak-ngajak. Emang agak laen si Wachout satu ini. Tanpa ngomong, dia mencengkeram tangan gue erat banget dengan tatapan yang campur aduk antara kaget dan bersyukur. Dan yap, entah sihir apa yang dia pake, gue kena teleport paksa ke tempat asing. Di sana, semua orang menatap gue horor seolah gue ini hantu yang baru saja log-in ke dunia. "Raja Malik!" Tiba-tiba, seorang bocah rambut ungu menghambur dan memeluk gue sambil sesenggukan. Gue cuma bisa mematung, menatap yang lain dengan muka datar. Mereka malah bengong kayak patung, bukannya gercep bantuin gue lepas dari pelukan bocah ini! [Cerita ini di mulai dari brutal legend saat final fase 2 dan untuk Viva fantasy salah satu alur di season 2/movie 2] Start: 22 Desember 2025
Alle rechten voorbehouden
Word lid van de grootste verhalengemeenschapOntvang persoonlijke verhaal aanbevelingen, sla je favorieten op in je bibliotheek en geef commentaar en stem om je gemeenschap te laten groeien.
Illustration

Je bent misschien ook geïnteresseerd in

  • The King & The Doctor ✓
  • JEEVANA
  • NIGHT NOISES || 🌴🦌 [END]
  • Love at Time's Brink [PROSES TERBIT]✔️
  • Given || Ju Jihoon
  • Secretary Or Mommy? || HIATUS
  • KUASA DUNIAWI(Transmigrasi BL)
  • Second
  • I Want to Live [END]
  • [BL Transmigrasi] Male Concubine [✓]

Aresh-seorang Dokter dari zaman Modern tiba-tiba terlempar ke sebuah negeri kuno yang masih ketinggalan zaman. Ia siap untuk mengacak-acak kerajaan mereka dengan kejeniusan, dan ilmu pengetahuannya yang sudah modern. Awalnya Aresh memutuskan untuk membantu mereka dengan menjadi pelayan istana, tapi ... ketika ia teringat bahwa dirinya itu cukup di hargai di tempat asalnya, dia berubah pikiran. "Bersumpahlah kau akan menjadi pelayanku yang setia!" -Raja Shaka "Pelayan? Bodoh ... aku juga ingin menjadi seorang raja." -Aresh

Meer details
WpActionLinkInhoudsrichtlijnen