The Face That Should Be Gone

The Face That Should Be Gone

  • WpView
    Reads 186
  • WpVote
    Votes 27
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jan 24, 2026
Datang tak diundang, pulang malah ngajak-ngajak. Emang agak laen si Wachout satu ini. Tanpa ngomong, dia mencengkeram tangan gue erat banget dengan tatapan yang campur aduk antara kaget dan bersyukur. Dan yap, entah sihir apa yang dia pake, gue kena teleport paksa ke tempat asing. Di sana, semua orang menatap gue horor seolah gue ini hantu yang baru saja log-in ke dunia. "Raja Malik!" Tiba-tiba, seorang bocah rambut ungu menghambur dan memeluk gue sambil sesenggukan. Gue cuma bisa mematung, menatap yang lain dengan muka datar. Mereka malah bengong kayak patung, bukannya gercep bantuin gue lepas dari pelukan bocah ini! [Cerita ini di mulai dari brutal legend saat final fase 2 dan untuk Viva fantasy salah satu alur di season 2/movie 2] Start: 22 Desember 2025
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • JEEVANA
  • NIGHT NOISES || Romance Horror [SEGERA TERBIT]
  • I Want to Live [END]
  • The King & The Doctor
  • [BL Transmigrasi] Male Concubine
  • KUASA DUNIAWI(Transmigrasi BL)
  • Love at Time's Brink [PROSES TERBIT]✔️
  • Secretary Or Mommy? || HIATUS
  • Given || Ju Jihoon
  • Second
JEEVANA

"Gue terpaksa nikah sama lo, demi bayi yang ada di perut lo." Kata-kata itu jatuh seperti pisau yang menancap tepat di hati Kiana Alisha. Pernikahan yang seharusnya menjadi momen bahagia, kini hanya terasa seperti hukuman. Ia tidak diinginkan. Bukan sebagai istri, bukan sebagai seseorang yang layak dicintai. Pria di hadapannya, sosok yang dingin dan kasar, menikahinya bukan karena cinta-hanya karena tanggung jawab, Tatapan matanya tajam, seolah berkata bahwa semua ini hanya sementara. Bahwa setelah bayi itu lahir, segalanya akan berakhir semuanya. Namun, takdir selalu punya cara untuk mempermainkan hati manusia. Dalam kebencian, mungkin terselip perasaan yang tak terduga?

More details
WpActionLinkContent Guidelines