Senja di Batavia

Senja di Batavia

  • WpView
    Membaca 25
  • WpVote
    Vote 7
  • WpPart
    Bab 3
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Jum, Feb 20, 2026
Kala itu, di kota Batavia yang kini dikenal dengan Ibukota Khusus Indonesia Jakarta-DKI Jakarta-hiduplah seorang gadis yang lahir sebagai anak bangsawan-Mas Ayu Retno Wulandari. Keistimewaan itu tidak dapat ia ingkari, walau diberi kenikmatan oleh para penjajah, Retno seringkali melawan saat seorang gadis pribumi kalangan bawah hendak diambil oleh seorang belanda. Di sisi lain, hidup juga seorang anak residen-Jan Willem de Bruijn. Ia lahir di Belanda, namun besar di Nusantara, dikarenakan ayahnya adalah kepala residen di masa itu. Ia merupakan anak yang tak suka penindasan, karena itu adalah seorang sosialis, berbeda dengan ayahnya yang berjiwa imperialis. Kini, keduanya bertemu di sekolah. Retno dengan paras cantiknya yang mencoba membangun citra wanita Nusantara yang hancur, dan Jan yang merupakan anak kepala residen yang membelot. Keduanya berawal dari perlawanan-perlawanan secara fisik dan hati, menjadikan keduanya dekat secara perlahan, hingga keduanya jatuh cinta. Kini, tahun berjalan, sekarang adalah tahun 2005, telah lama Retno tak pernah mendengar nama Jan, namun cintanya masih tersimpan untuk pria Belanda itu.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#62
kisahkasih
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • NATARAJA OPERATION
  • Dear Moppie S2 : The Return | heehoon.
  • LADY AINSLEY
  • Permaisuri Palsu dan Harem Yang Kucuri
  • Shanghai Heiress, Pregnant with Twins, Seeks Refuge with Her Military Husband
  • The Untouchable Duchess (End)
  • PERSEPUPUAN|| YUSION| JAERI
  • The Duke's Daughter "Seraphine de Nocteviel"
  • SUAMI KAISAR
  • Water Lily Of Kurukshetra | Teratai Kurukshetra

Misi yang diberikan atasannya membuat Sarasvati Narendra bertanya-tanya. Kenapa hanya dirinya sendiri yang harus menyelesaikan misi mahapenting ini? Belum juga menemukan jawaban, ia malah terlempar ke era sebelum Majapahit terbentuk. Berada di tengah peperangan membuat insting bertahan hidupnya meningkat ke seratus poin. Peperangan yang biasa ia lalui dengan senjata modern, kini kembali ke pedang dan tombak. Apakah Saras bisa bertahan? Sebenarnya apa tujuan Sang Hyang Widhi mengirimnya ke sini? Saras pun masih berusaha menemukan jawabannya.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan