Abhiyaksa terbangun sebagai Abhrayaksa Cakra Prawira, sosok yang seharusnya hanya lewat sebentar lalu hilang. Rumah besar yang ia tinggali terlalu rapi, terlalu sunyi, dan terasa asing meski tubuh ini mengenalnya dengan baik. Ada sesuatu yang salah, dan perasaan itu makin kuat ketika ingatan tentang sebuah cerita lama perlahan muncul di kepalanya.
Ia pernah membaca kisah ini. Di dunia lain. Di hidup yang seharusnya sudah berakhir.
Tubuh Abhrayaksa lemah, napasnya mudah kacau, dadanya sering terbakar tanpa sebab. Seolah dunia sejak awal memang menyiapkannya untuk runtuh pelan-pelan.
"Kalo emang gue ditakdirin mati cepet, setidaknya gue bakal mastiin lo mati duluan sebelum gue."
Dua adik yang kini memanggilnya abang justru memicu rasa sesak yang aneh. Terlalu dekat dengan mereka membuat ingatan gelap berdenyut di kepalanya, tentang kehilangan yang belum sepenuhnya ia pahami. Yaksa mulai sadar, setiap pilihan kecilnya bisa mengubah sesuatu yang lebih besar.
"Lo sadar kan, Yaksa?"
"Di cerita ini, harus ada yang mati biar semuanya balik normal."
Kalimat itu terus terngiang, meski ia tak tahu dari siapa asalnya.
"Yaksa. Lo itu cuma sampingan. Dan dunia ini gak mau lo hidup lama."
Namun untuk pertama kalinya, Yaksa tak ingin menuruti alur apa pun. Jika dunia ini menulis kematiannya sejak awal, maka ia akan merusak ceritanya sendiri, apa pun risikonya.
All Rights Reserved