INI BATASNYA!

INI BATASNYA!

  • WpView
    Reads 119
  • WpVote
    Votes 17
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jan 4, 2026
Aku pikir rumah seharusnya dipenuhi canda tawa, bukan tekanan tanpa jeda. Tapi di sini, aku merasa seperti kaca pecah, tak berharga, hanya diakui saat mampu bersinar. Aku, anak perempuan pertama, selalu dituntut kuat. Harus sempurna sejak awal, tanpa ada yang peduli pada rapuhnya mental yang tak pernah sempat bersuara. Aku Aethera Victoria, kapan aku layak dihargai? Kapan suaraku akan didengar? Kapan aku pantas untuk diakui? "KAMU GA PERNAH MEMBANGGAKAN KAMI?!" Aku menunjuk lemari penuh piala "Apakah itu belum cukup untuk memuaskan ego anda tuan?!" "KAMU BERANI SEKARANG? guru mana yang mengajarkan kamu berani ke orang tua?!" "Bukankah guru pertama seorang anak adalah orang tua?" Alaric terdiam, berfikir "Sejak kapan dia berani?" (Kalau kamu dipukul? Patahkan tangannya! Kamu ditendang? Potong kakinya! Jangan mau direndahkan Aethera Victoria!) -Saka Drigantara- (Aku hanya ingin diakui!!! Hanya itu!! Semuanya terlalu menyakitkan!! I hate me!!) -Quenza Citra Drigantara- (Gue bod*h ga bela orang yang gue sayang!) -Zyne Vano- (Lo cuma harus tau satu hal lo ga sendiri) -Kyren Ash Valenio (Gue selalu ada, tapi ga keliatan) -Langit Elang Alvaro (Lo harus buktiin lo ga lemah!) -Satria Satya Drigantara
All Rights Reserved
#2
purapurabahagia
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Shadow in the Lab
  • Hello, Mr. Mafia!
  • Fraktal Rahasia
  • (END) Setting the Path of Life - 🔞BL, ABO (JOONGDUNK)
  • Bound to Him
  • FRAGMENTS OF HEART - GINJAY ☆
  • My Perfect Model ( Republish )
  • SHEA SANG FIGURAN
  • Trasmigrazione Gemellare Antagonista.
  • Defiant

Sebagai anak magang di laboratorium penelitian mutakhir, Selene tahu pekerjaannya tidak akan mudah. Tapi dia tidak pernah menyangka harus berhadapan dengan Axel-vampir berbahaya yang dikurung dengan rantai berat, tatapannya tajam dan penuh kejengkelan. "Nah, manusia lain." Suaranya datar sebelum dia memutar mata, seolah keberadaan Selene hanyalah gangguan kecil dalam hari-harinya yang panjang. Ilmuwan disini ingin memahami kekuatannya, mengungkap misteri yang membuatnya berbeda. Tapi Selene? Dia hanya ingin menemukan cara agar bisa bertahan... dan mungkin, mendekatinya tanpa menjadi target berikutnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines