DUA GARIS TAKDIR

DUA GARIS TAKDIR

  • WpView
    Reads 214
  • WpVote
    Votes 26
  • WpPart
    Parts 17
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jan 3, 2026
"Sejauh apapun logika menolak., langit punya cara sendiri untuk menyatukan apa yang sudah tertulis di laufuld mahfudz." Afnan tidak pernah percaya pada keajaiban yang tiba-tiba datang. Baginya, hidup adalah deretan rencana yang logis dan terukur. Namun, segalanya berubah sejak sebuah nama terusik di sujud sepertiga malamnya, nama yang tak asing baginya setelah sekian lama tidak pernah bertegur sapa. Perlahan takdir mengatur alur ceritanya. Di sisi lain, Naira terjebak dalam labirin takdir yang menyesakan. saat dunia terasa runtuh dan logika tak lagi mampu memberi jawaban, ia hanya punya satu tempat pelarian: sajadah di tengah sunyinya malam. ia meminta petunjuk, namun yang ia dapatkan justru rentetan peristiwa diluar kendali yang terus menyeret sosok yang terasa sangat akrab bagi jiwanya. Ini adalah perjalanan tentang dua ruh yang saling mengenali sebelum raga bertemu. saat semesta mulai bekerja melalui cara-cara yang mustahil, sanggupkah mereka menerima bahwa cintada terkadang tidak butuh dipahami, melainkan hanya perlu diimani. Ketika doa-doa tanpa nama mulai menembus langit disitulah dua garis takdir yang berbeda mulai saling mengunci.
All Rights Reserved
#3
jalurlangit
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Salah Status
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Nakula
  • Candu Sentuhan Sahabat Hyper
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Prahara Lamaran [END]
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Kembang Desa

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines