Love, Accepted

Love, Accepted

  • WpView
    Reads 44
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Dec 29, 2025
Di usia 29 tahun, Kamila Julianne telah mencapai banyak hal yang dulu hanya berani ia bayangkan. Sebagai seorang fashion designer di salah satu rumah mode paling berpengaruh di dunia, hidupnya dipenuhi jadwal padat, sketsa desain, dan tuntutan profesional yang tak pernah benar-benar berhenti. Namun di balik semua pencapaian itu, ada satu peran yang jauh lebih penting baginya: menjadi ibu bagi putra kecilnya yang berusia empat tahun, Arune Dhanu Sebagai single mom, Kamila menjalani hari-harinya dengan ritme yang sederhana namun penuh makna-membagi waktu antara pekerjaan, rumah, dan dunia kecil anaknya yang selalu berhasil mengingatkannya untuk bernapas lebih pelan. Di sisi lain, ada Rhodesian Kairo, pria berusia 34 tahun yang menjabat sebagai Vice President of Real Estate Development. Hidupnya mapan, terstruktur, dan nyaris terlalu rapi hingga pertemuannya dengan Kamila mengubah cara pandangnya terhadap banyak hal. Ketertarikannya tumbuh tanpa paksaan, tanpa drama besar. Ia memilih mendekat dengan cara yang tenang, menghargai ruang, dan menerima kehidupan Kamila apa adanya-termasuk masa lalunya dan statusnya sebagai ibu tunggal. Kamila pun menyambut kehadiran Kairo dengan tangan terbuka. Bukan karena kesepian, bukan pula karena butuh, melainkan karena ia memang terbuka pada kemungkinan baru. Mereka menjalani hari-hari yang biasa: percakapan ringan, tawa kecil, kebersamaan yang tidak selalu sempurna, namun terasa cukup. Cerita ini bukan tentang konflik besar atau luka masa lalu yang menghantui. Ini tentang dua orang dewasa yang saling menemukan di tengah kehidupan yang sudah berjalan. Tentang cinta yang hadir tanpa gaduh, tumbuh di sela-sela rutinitas, dan menetap dengan cara yang paling sederhana-seperti kenyataan itu sendiri.
All Rights Reserved
#87
newyork
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Candu Sentuhan Sahabat Hyper
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Salah Status
  • Nakula
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Kembang Desa (Hiatus)
  • Prahara Lamaran [END]

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines