[COMPLETED] "Dew," panggil Tee pelan. "Ya?" "Lo tau tanda baca titik koma?" Dew mengerutkan kening, bingung dengan pertanyaan acak itu. "Tau. Semicolon. Kenapa?" "Dulu gue pikir hidup gue udah berakhir tanda titik pas di jembatan itu. Gue pikir ceritanya selesai, tamat dengan tragis," Tee menatap mata Dew. "Tapi lo dateng. Lo hapus titik itu, dan lo ganti jadi koma. Lo bikin ceritanya berlanjut." Dew tersenyum, mengerti arah pembicaraan ini. Ia mengangkat tangan Tee, mencium telapak tangannya. "Dan sekarang, titik koma itu ada di sini," Dew menunjuk dada Tee, lalu dadanya sendiri. "Tanda bahwa meskipun kalimat sebelumnya penuh air mata dan kesalahan, kalimat selanjutnya masih bisa ditulis dengan indah. Penulisnya belum nyerah."
Maklumat lanjut