My Cruel Mafia Husband

My Cruel Mafia Husband

  • WpView
    Reads 102
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 15
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, May 14, 2026
Namanya Alexandria Leon Alvaro, sering dipanggil dengan panggilan 'Leon'. Ia seorang bos mafia yang paling ditakuti juga disegani oleh banyak orang, ia juga sangat terkenal karena kekejamannya. Ia sangat terkenal di dunia bawah ataupun dunia bisnis. Orang-orang sering memanggilnya sebagai "The Bringer of Death". Sifatnya yang begitu kejam, bengis, tak pernah menunjukkan kasih sayang ataupun kepedulian. Tapi bagaimana jika seorang pria berbahaya seperti dirinya bertemu dengan seorang gadis bernama Serena Aulia Kirana? Gadis itu berasal dari sebuah desa yang pindah ke kota untuk berkuliah, ia memiliki sifat lembut dan penuh kasih kepada orang lain. Karena gadis itu, Leon menjadi sangat terobsesi padanya. Ia mengetahui semua tentang gadis itu - mulai dari hobi, warna favorit, makanan favorit, dan kesehariannya. Awalnya, ia tidak pernah percaya pada cinta, tapi ia menjadi sangat terlalu cinta bahkan sampai terobsesi pada gadis itu. Ia terobsesi bukan karena fisiknya, tapi kebaikan hatinya dan wajahnya yang terlihat lucu juga menggemaskan.
All Rights Reserved
#56
mafiaromance
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SASMITA CANDALA (21+)
  • Chasing Sanara
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • Nala dan Mas Juragan
  • Revenge Marriage (SELESAI)
  • De Andere Weg (END)
  • Almost Married (END)
  • The Villain Mother
  • The Last Yes!
  • I Won't Be the Tragic Fiancée (END)

🔞⚠️Note: Cerita ini 21+ ya. Isinya untuk dewasa, mohon bijak dalam membaca. ****** Di Fakultas Ilmu Budaya tempat Andini menuntut ilmu, terdapat satu keanehan yang mencolok: seorang dosen bernama Bapak Mahapraja Hapsari. Setiap kali mengajar, beliau selalu mengenakan kain batik sebagai bawahan. Beliau tidak pernah mengenakan celana kain. Kain tersebut dipadupadankan dengan kemeja berwarna teduh, seperti krim, cokelat muda, putih gading, hijau pupus, dan sesekali merah muda. Penampilannya selalu tampak rapi dan konsisten. Pada awalnya, ketika baru memasuki semester pertama, Andini mengira bahwa hal tersebut hanyalah gaya berbusana biasa. Namun, hingga memasuki semester ketiga, gaya berpakaiannya tidak pernah berubah. Pada suatu siang, karena rasa ingin tahu yang besar, Andini memberanikan diri bertanya secara langsung dengan sopan dan santun. Ia bertanya mengapa beliau tetap mengenakan kain lebar yang terkesan gerah di cuaca panas seperti ini. Dosen yang bertubuh besar dan kekar dengan kulit berwarna cokelat mengilat itu tidak segera menjawab. Ia justru balik bertanya, "Kamu bukan orang Jawa asli, bukan?" "Iya, Pak. Saya orang Sunda. Ibu saya yang berdarah Jawa," jawab Andini. Pria itu bergumam pelan, "Sayang sekali." Wajahnya seketika tampak muram. "Jika kamu benar-benar ingin tahu, temui aku di ruanganku pukul lima sore," ujarnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines