Happy Reading, Friend's!
_____
Semuanya bermula di dunia maya. Meeya dan Alex bertemu disebuh platform online. Pesan-pesannya selalu tepat waktu, kata-katanya manis seperti madu, dan ia mahir menciptakan rasa rindu. Hubungan mereka mekar di rannah virtual, membangun pondasi yang terasa kuat, manis, dan sempurna. Alex merasa mengenal Meeya terasa seperti memeluk pecahan kaca: indah, mematikan, dan membuat ketagihan. Setelah bertemu di dunia maya, Meeya muncul sebagai obat untuk kesepian Alex. Namun, janji cinta itu hanyalah awal dari spiral penderitaan emosional yang tanpa ujung.
_____
Semakin lama Meeya mengenal Alex mulai perlahan masker kesempurnaan Alex mulai retak. Ia cemburu buta pada setiap interaksi Ara, bahkan pada teman sekelasnya. Ia memeriksa ponselnya, membatasi pertemanannya, dan terus-menerus memastikan Ara hanya miliknya. Suasana hubungan yang awalnya hangat berubah menjadi angst-penuh dengan kecemasan, ketegangan, dan ketakutan. Perhatiannya berubah menjadi kontrol yang ketat. Apakah Alex berujung setia? atau diakhiri dengan mendua? Dalam ikatan gila yang mendominasi ini, apakah cinta sejati adalah pengorbanan diri, atau keberanian untuk meninggalkan tanpa menoleh ke belakang?
_____
🔞 Ada tindakan yang tidak pantas harap untuk tidak melanjutkan.
✨Jangan lupa untuk Vote dan Follow ya
📌 100% pure cerita ini dari pemikiran dan kejadian sendiri. jika ada yang plagiasi, saya tidak akan segan untuk melaporkan.
- Follow ig @pearlyin_ana
Di salah satu fakultas hukum universitas ternama, ada seorang dosen yang selalu menjadi incaran mahasiswa.
Rasendra Diantama,
Dosen kesayangan mahasiswa dengan segudang penghargaan yang pernah diraihnya. Selain wawasannya yang luas, wajah tampannya juga mendapat nilai plus.
Metode belajar yang digunakannya berupa diskusi 2 arah, tetapi jangan salah. Dosen satu ini selalu memberi penilaian objektif, jangan berharap mendapat nilai bagus jika tidak dapat penjawab pertanyaan darinya.
Namun, dibalik segudang prestasi dan sifat terpujinya, Rasen memiliki sisi gelap yang hanya diketahui oleh beberapa mahasiswi.
Salah satunya Armika Atmadja.
Tidak pernah sekalipun terpikirkan oleh Armika akan melihat sisi lain dari dosen yang selalu dipujanya.