We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Luka di balik atap yang sama

Luka di balik atap yang sama

  • WpView
    Reads 786
  • WpVote
    Votes 73
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, May 11, 2026
WpInfo
Fiction
Science Fiction
judul ~ luka di balik atap yang sama no ship! no plagiat! Di sebuah rumah yang tampak sempurna dari luar, hidup tiga saudara laki-laki: Halilintar, Taufan, dan Gempa. Namun di balik dinding kokoh dan meja makan mewah, kasih sayang tidak pernah dibagi rata. Ayah dan Ibu menjadikan Gempa-si bungsu-sebagai pusat dunia mereka, sementara Halilintar dan Taufan tumbuh dalam kelaparan, dingin, dan kesepian. Semua yang ada di rumah itu disebut milik Gempa: makanan, kamar, pakaian, bahkan perhatian orang tua. Halilintar dan Taufan hanya dianggap sisa-anak yang harus mengerti, mengalah, dan diam. Hingga tubuh mereka melemah, harapan mereka terkikis, dan kasih sayang berubah menjadi mimpi yang tak pernah tercapai. Ini adalah kisah tentang darah yang sama, tapi cinta yang timpang. Tentang dua kakak yang bertahan hanya karena satu sama lain, sampai akhirnya pilih kasih itu merenggut nyawa mereka perlahan, tanpa pernah disesali. warning ⚠️ boboiboy hanya milik monsta aku hanya meminjam karakter nya
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 𝔈𝔱𝔥𝔬𝔩𝔬𝔤𝔶 𝔬𝔣 𝔇𝔦𝔰𝔰𝔬𝔠𝔦𝔞𝔱𝔦𝔬𝔫 || Jayhoon
  • TC: Teratai Putih Kembali Populer [END]
  • Murid Sialan
  • The Butterfly's Mask: ( Jaeyong ) - END
  • Sorry Mr. Husband (END)
  • Male lead Antagonist
  • I Am In Novel?!!

Sunghoon, seorang psikiater muda berbakat, mendapat tugas khusus dari dokter senior yang juga menjadi mentornya: menangani seorang pasien dengan Dissociative Identity Disorder (DID). Kasus ini bukan kasus biasa, pasien bernama Jay tersebut memiliki tujuh kepribadian berbeda, masing-masing dengan sifat, emosi, dan cara berpikir yang saling bertolak belakang. Awalnya, Sunghoon menganggap ini sebagai tantangan profesional semata. Namun, seiring sesi terapi berjalan, satu per satu kepribadian Jay mulai muncul, membuka lapisan demi lapisan trauma masa lalu yang selama ini terkubur. Setiap kepribadian membawa potongan cerita yang berbeda. Ada yang protektif, ada yang agresif, ada pula yang rapuh seperti anak kecil. Tanpa disadari, Sunghoon mulai terjerat lebih dalam. Ia menemukan bahwa trauma Jay memiliki keterkaitan dengan masa lalunya sendiri-sebuah benang merah yang seharusnya mustahil ada antara dokter dan pasien. Hubungan profesional perlahan berubah menjadi konflik batin yang rumit, mempertanyakan batas antara empati, tanggung jawab, dan rasa bersalah. Ketika kebenaran akhirnya terungkap, sebuah plot twist besar mengguncang segalanya: hubungan antara Sunghoon dan Jay jauh lebih dekat daripada yang mereka bayangkan. Masa lalu yang terputus kini menuntut jawaban, dan proses penyembuhan tidak lagi hanya tentang Jay, tetapi juga tentang Sunghoon sendiri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines