Dua Centang Biru

Dua Centang Biru

  • WpView
    LECTURAS 67
  • WpVote
    Votos 32
  • WpPart
    Partes 25
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación vie, ene 2, 2026
Bagi Kale, dunia adalah kumpulan variabel yang bisa dipecahkan. Sebagai siswa jenius di SMA Kusuma Bangsa, ia percaya bahwa logika adalah perisai terbaik untuk bertahan hidup. Baginya, perasaan manusia hanyalah anomali yang mengganggu efisiensi otak. Namun, semua algoritma yang ia susun dengan rapi mulai runtuh sejak kehadiran Rafika-gadis yang tidak pernah bisa ia prediksi dengan rumus apa pun. Di tengah persaingan ketat kelas unggulan, bayang-bayang manipulasi seorang "Sutradara" misterius bernama Gusta, dan drama cinta segitiga yang melelahkan, Kale dipaksa memilih: tetap menjadi mesin yang dingin atau menjadi manusia yang berani terluka. Puncaknya, sebuah keputusan "gila" diambil Kale tepat di penghujung tahun ajaran. Sebuah pesan jujur dikirimkan, mempertaruhkan seluruh harga dirinya. Namun, jawaban yang ia terima jauh lebih menyakitkan daripada penolakan paling kasar sekalipun: Dua Centang Biru. Keheningan itu membeku selama dua bulan liburan, hanya untuk membawa Kale kembali ke titik nol di kelas sebelas. Terjebak dalam satu ruangan yang sama dengan gadis yang membaca seluruh isi hatinya namun memilih untuk bungkam, Kale menyadari bahwa pertandingan ini baru saja dimulai. Dan kali ini, ia tidak punya rumus untuk menang.
Todos los derechos reservados
#16
galaubrutal
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • Transmigrasi Ziora
  • GHAIKA (REVISI)
  • GRAVARENZO
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Tsundere Maniak Susu
  • The Time
  • I'm Not Just a Figuran
  • EVANESCENT (HIATUS)

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido