Story cover for Human  by Neli_Inayah13
Human
  • WpView
    Reads 22
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
  • WpView
    Reads 22
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
Ongoing, First published Dec 23, 2025
Bagaimana jika semua rasa di dunia ini memang ditakdirkan hanya untuk dirasakan saja ? 
sebesar apapun keinginanmu untuk bersama, kalo memang rasa itu tak bisa menjadi nyata maka rasa itu akan tetap menjadi rasa.
seberjuang apapun jika hanya satu pihak yang belari dan melompati semunya, maka mustahil untuk rasa itu berubah menjadi kenyataan yang indah.
All Rights Reserved
Sign up to add Human to your library and receive updates
or
#7gustibhre
Content Guidelines
You may also like
Tak Pernah Diundang by anatasss_
11 parts Complete
PROLOG Untuk semua anak perempuan yang pernah merasa asing di rumahnya sendiri, dan bertanya dalam diam: "Mengapa aku dilahirkan?" Cerita ini bukan hanya tentangku. Ini tentang kita. Tidak ada doa yang menyambut kelahiranku. Tidak ada syukur, tidak ada pelukan hangat ibu, tidak ada ciuman di dahi dari ayah. Bahkan, namaku pun dipilih tanpa makna. Lila. Nama yang katanya singkat dan mudah diingat, tetapi tak pernah benar-benar dipanggil dengan kasih. Ketika aku kecil, aku percaya bahwa aku adalah kesalahan. Anak yang lahir dari perut seorang ibu yang terlalu lelah untuk mencintai, dan dari ayah yang memilih pergi karena kelahiranku. Keyakinan itu menancap dalam, menggerogoti hari-hariku dengan rasa bersalah yang bahkan tidak kuketahui dari mana datangnya. Tapi kemudian, aku tumbuh. Luka-luka itu tidak sembuh, tetapi mereka mengajarkan aku bahasa baru: keberanian. Aku mulai menulis buku ini bukan hanya sebagai catatan hidup, tetapi sebagai jembatan. Jembatan dari perempuan yang sunyi menuju perempuan yang bersuara. Dari anak yang dikunci di kamar menuju perempuan yang berdiri di depan mikrofon dan berkata, "Cukup." Cerita ini akan membawamu ke ruang-ruang sempit: kamar masa kecilku yang dingin, pabrik tempatku memeras keringat demi biaya kuliah, ruang organisasi kampus yang penuh debat, dan panggung- panggung kecil tempat aku membacakan puisi tentang tubuh, luka, dan harapan. Tapi lebih dari itu, aku ingin kau melihat perjalanan seorang anak perempuan yang tumbuh dalam penolakan, lalu perlahan membangun dunianya sendiri. Dunia yang penuh luka, ya. Tapi juga penuh makna. Karena setiap perempuan berhak memiliki suara. Dan ini suara dari luka yang tak lagi bisu. - Lila
You may also like
Slide 1 of 10
Serupa Matahari Terbit cover
Mungkinkah Rindu? cover
Setelah 30 Hari cover
After Happiness cover
Bryatta (ON GOING) cover
My daddy (21+) ON GOING cover
plus one (completed)  cover
Tak Pernah Diundang cover
How could it be? cover
A T L A N T I S : JENDRA cover

Serupa Matahari Terbit

36 parts Ongoing

"Ayah baik seperti malaikat." "Oh iya? Ayah seperti malaikat?" Arunika menganggukkan kepala kemudian tubuh yang semula rebah sedikit terangkat untuk mencium pipi ayahnya. "Iya, Ayah menjaga Nika seperti malaikat." "Tapi, Nak. Banyak orang yang melihat Ayah seperti melihat monster," batin Jeihan, seketika ia kembali teringat dengan berbagai jenis tatapan yang sudah sering ia terima dari banyak orang. "Hanya karena Ayah berbeda."