Di balik kemegahan kasta dan dinding-dinding kokoh Paris, terjalin sebuah pertemuan tak terduga antara tiga remaja biasa dengan seorang pemuda bangsawan yang hidup dalam kerentanan luar biasa. Cerita ini bukan sekadar tentang persahabatan yang melintasi strata sosial, melainkan tentang makna terdalam dari "waktu" bagi mereka yang memilikinya dengan berlimpah dan bagi mereka yang memilikinya dengan sangat terbatas.
Melalui pemberian-pemberian yang penuh teka-teki, sang pemuda bangsawan mengajarkan bahwa hidup yang paling berarti bukanlah tentang berapa lama seseorang bernapas, melainkan tentang seberapa besar bagian dari dirinya yang ia tinggalkan untuk menghidupkan orang lain. Ini adalah sebuah kisah melankolis tentang pengorbanan yang tulus, tentang jiwa yang memilih untuk memecah dirinya menjadi kepingan cahaya agar dunia tetap bersinar bagi mereka yang dicintainya. Sebuah narasi puitis yang menyadarkan kita bahwa setiap detik adalah anugerah yang dipinjamkan, dan setiap perpisahan adalah cara semesta untuk membuat sebuah kenangan menjadi abadi.
Content Warning: Kisah ini merupakan karya fiksi belaka; seluruh karakter, tempat, instansi, serta peristiwa yang diceritakan di dalamnya adalah hasil imajinasi penulis dan tidak memiliki hubungan dengan tokoh nyata, peristiwa aktual, maupun organisasi apa pun di dunia nyata. Segala kemiripan nama, latar belakang, atau kejadian yang terdapat dalam narasi ini adalah unsur ketidaksengajaan dan murni bertujuan sebagai sarana hiburan kreatif tanpa bermaksud menyinggung pihak mana pun.
All Rights Reserved