Unending Breakup

Unending Breakup

  • WpView
    Reads 1,746
  • WpVote
    Votes 163
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, May 12, 2026
Setelah sepuluh tahun berpacaran, Genistha Kusumaningrum dan Aldizar Damanuri akhirnya memilih jalan yang berbeda. Perpisahan itu terasa dewasa karena tanpa pertengkaran besar dan tanpa saling menyalahkan. Hanya dua orang yang percaya bahwa cinta mereka sudah selesai. Namun ternyata, tidak semuanya benar-benar berakhir. Caspian dan Padmé, dua hewan peliharaan yang mereka rawat bersama, membuat mereka tetap bertemu, berkomunikasi dan berinteraksi. Di antara jarak yang mereka ciptakan sendiri, muncul pertanyaan yang tak pernah terucap. Benarkah cinta itu sudah benar-benar hilang atau justru selama ini hanya sedang menunggu kesempatan untuk kembali?
All Rights Reserved
#13
mantankandung
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Almost Married (END)
  • Chasing Sanara
  • Revenge Marriage (SELESAI)
  • The Last Yes!
  • De Andere Weg (END)
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • SASMITA CANDALA (21+)
  • The Villain's Mother
  • I Won't Be the Tragic Fiancée

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines