Persaingan Panas Hockey [HR]

Persaingan Panas Hockey [HR]

  • WpView
    GELESEN 18,230
  • WpVote
    Stimmen 614
  • WpPart
    Teile 29
WpMetadataReadLaufend
WpMetadataNoticeZuletzt aktualisiert Sa., Jan. 3, 2026
Tidak ada yang dapat menghalangi permainan Shane Hollander-tentu saja bukan rival seksi yang ia benci. Bintang hoki profesional, Shane Hollander, bukan hanya sangat berbakat, ia juga punya reputasi yang bersih. Hoki adalah hidupnya. Kini setelah menjadi kapten Montreal Voyageurs, ia tak akan membiarkan apa pun merusaknya, terutama pemain Rusia seksi yang tubuhnya yang keras membuatnya terjaga di malam hari. Kapten Boston Bears, Ilya Rozanov, memiliki segalanya yang tidak dimiliki Shane. Sang raja es yang memproklamirkan diri, ia sombong sekaligus berbakat. Tak ada yang bisa mengalahkannya-kecuali Shane. Mereka telah membangun karier berkat rivalitas legendaris mereka, tetapi ketika mereka lepas sepatu es nya, panas di antara mereka tak terbantahkan. Ketika Ilya menyadari ia menginginkan lebih dari sekadar hubungan rahasia, ia tahu ia harus pergi. Risikonya terlalu besar. Seiring ketertarikan mereka yang semakin kuat, mereka berjuang untuk menjaga hubungan mereka agar tidak diketahui publik. Jika kebenaran terungkap, itu bisa menghancurkan mereka berdua. Namun, ketika kebutuhan mereka satu sama lain mengalahkan ambisi mereka di atas es, kerahasiaan tak lagi menjadi pilihan.
Alle Rechte vorbehalten
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Tsundere Maniak Susu
  • Transmigrasi Ziora
  • The Time
  • I'm Not Just a Figuran
  • Blueprint Pelarian Villain
  • EVANESCENT
  • GHAIKA (REVISI)
  • GRAVARENZO

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien