Sebuah Titik Singgah [END]

Sebuah Titik Singgah [END]

  • WpView
    LECTURES 248
  • WpVote
    Votes 104
  • WpPart
    Chapitres 13
WpMetadataReadContenu pour adultesTerminé mar., août 25, 2026
WpInfo
Fanfiction
Univers Alternatif (UA)
Personnage Original (OC)
Groupe & Ensemble de Musique
LGBTQIA+
Sea dan Keen tumbuh untuk menjadi saingan, untuk membenci satu sama lain dengan segenap jiwa mereka, terjebak dalam permusuhan tanpa pernah benar-benar tahu apa akar masalahnya, selain fakta bahwa keluarga mereka memang dari awal tidak pernah akur, hubungan keduanya selalu panas dan dipenuhi gengsi setiap kali berpapasan. Namun, siapa sangka jika tembok permusuhan itu perlahan runtuh lewat kedekatan yang tak terduga? Kebencian yang dipicu oleh perseteruan keluarga berubah menjadi sesuatu yang jauh lebih rumit ketika rasa nyaman dan cinta mulai tumbuh di antara mereka. Sayangnya, keluar dari bayang-bayang permusuhan keluarga bukan hal yang mudah. Mereka harus menghadapi kenyataan pahit, restu keluarga yang tertutup rapat, rasa takut, dan perasaan asing saat mencoba masuk ke dunia satu sama lain. Di tengah peliknya situasi keluarga yang saling memusuhi, keduanya harus berjuang mempertahankan perasaan mereka. Bisakah mereka bertahan hingga pintu rumah dan restu itu akhirnya benar-benar terbuka untuk mereka berdua?
Tous Droits Réservés
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • TOUCH-ME-NOT [keonhyeon]
  • Journey
  • PAMENGKU | NOMIN
  • Rewriting The Villain (END)
  • Forgive Me | FreenBecky [END]
  • Obsession Overdose
  • I'm Not Just a Figuran
  • Something... Emm🔞 (KNP)
  • Love me or die
  • PREGNANT (DewTee)

Satu kampus tahu kalau Kenan Abyasa adalah benteng kokoh Fakultas Teknik yang tidak tersentuh. Dia tampan, perfeksionis, bermulut ketus, dan punya aturan mutlak yang tidak boleh dilanggar siapa pun: jangan pernah menyentuh fisiknya secara sembarangan. Tapi, aturan itu seolah tidak berlaku bagi Seva Ananta. Sebagai mahasiswa FEB yang modis, wangi, dan dipenuhi pesona centil yang menggemaskan, Seva sengaja menjadikan Kantin Pusat sebagai medan perang hariannya. Mulai dari sengaja mengantarkan minuman manis, memanggil dirinya sendiri dengan sebutan nama, hingga gestur natural menyelipkan poni ke belakang telinga demi memancing perhatian sang pujaan hati. Semua orang mengira Seva akan segera didepak oleh sifat dingin Kenan. Namun di balik layar, saat tidak ada pasang mata yang melihat, justru cowok kaku itulah yang selalu memegang kendali; dengan sengaja menarik kerah kemeja Seva agar mendekat, atau menahan pinggang si gembul itu sedikit lebih lama agar tidak berpaling ke orang lain. Karena bagi Kenan, aturan Touch-Me-Not miliknya punya satu pengecualian besar, dan nama pengecualian itu adalah Seva.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu