Kanvas yang Ingin Dimengerti

Kanvas yang Ingin Dimengerti

  • WpView
    Reads 41
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Dec 24, 2025
"Apakah aku ini masih anak Ibu, atau hanya kanvas yang harus selalu terlihat indah?" Bagi Ayu, kanvas dulunya adalah rumah tempat ia menamai perasaan tanpa kata. Namun kini, ruang aman itu berubah menjadi penjara tuntutan dan ekspektasi yang menyesakkan. Terjebak di antara ambisi ibunya yang menginginkan piala dan ketakutannya akan kegagalan masa lalu, Ayu justru kehilangan dirinya sendiri di hadapan kanvas yang terus membisu. Sebuah kisah tentang pergulatan batin, kejujuran dalam berkarya, dan keberanian untuk bersuara di tengah sunyi yang paling dalam. Karena terkadang, yang dibutuhkan seorang seniman bukanlah pujian atas hasilnya, melainkan ruang untuk sekadar dimengerti.
All Rights Reserved
#181
selfdiscovery
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • "Beneath Her Forbidden Touch"
  • Chana's Transmigrasi
  • BACKSTREET
  • REGAN's Crazy Wife
  • Change The Plot (Niel)
  • Mission
  • karakter kecil ini mengasuh keluarga iblis?! {End}
  • Drama di Pintu Kosan
  • One Shoot my baby KIM SUNOO🔞!

Elara Vionette tidak pernah mempertanyakan pekerjaan ibunya. Baginya, Livia Asteria hanyalah seorang pelayan yang pulang setiap malam dengan tubuh lelah dan senyum lembut. Sampai suatu hari, ibunya jatuh sakit. Dan Elara diminta menggantikannya. Rumah itu besar. Terlalu besar untuk menyimpan rahasia sekecil apa pun. Pernikahan sang nyonya dan suaminya hanyalah kontrak tanpa cinta. Lorong-lorongnya dipenuhi keheningan. Dan di balik pintu hitam dengan gagang emas itu... ada sesuatu yang tak pernah Elara bayangkan. Valeria Devianne tidak pernah tertarik pada siapa pun. Dingin. Tinggi. Elegan. Tak tersentuh. Sampai ia melihat putri pelayannya. Apa yang awalnya hanya rasa ingin tahu... berubah menjadi sesuatu yang lebih dalam. Lebih gelap. Lebih berbahaya. Karena beberapa rasa lapar tidak pernah benar-benar hilang. Mereka hanya menunggu untuk diwariskan. Dan Elara tidak tahu... bahwa malam pertama ia mengetuk pintu itu, ia sedang melangkah masuk ke dalam kelaparan yang bukan miliknya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines