My Children | Boboiboy Elements and Mechamato Fanfiction

My Children | Boboiboy Elements and Mechamato Fanfiction

  • WpView
    Reads 1,029
  • WpVote
    Votes 104
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Feb 2, 2026
(Dari watermarknya, art dari rienerin_ tapi kurang tahu dari aplikasi mana, mohon informasikan kalau orang tahu) Setelah beberapa tahun bekerja dengan TAPOPS untuk memastikan agar luar angkasa terhindar dari musibah dengan setia dan jarang cuti. Amato akhirnya di berikan cuti yang lama dan layak, satu tahun. hal pertama yang dia pikirkan adalah ketujuh anak-anaknya, sudah lama tak bertemu dengan mereka dan sudah mulai rindu dengan mereka. anak anaknya sudah pasti tumbuh besar Tapi walaupun tidak sabar bertemu dengan ketujuh anak-anaknya, ada sesuatu yang membuatnya ragu bakal di terima oleh anak-anaknya sendiri. "Biarlah mereka berdikari" Kata kata itu sudah bertahun tahun lalu, tapi dia ga salahkan mereka kalau mereka masih rasa pedih, bagaimana tidak? Dia membiarkan mereka hampir mati dan membuangkan kata kata begitu seenak jidat? Dia tidak bangga dengan perbuatan dia dulu sama sekali. Tapi walaupun begitu, dia akan berusaha semaksimal mungkin untuk memperbaiki hubungan dia dengan anak anaknya Ini adalah cerita tentang perjalanan ayah untuk memperbaiki hubungannya dengan ketujuh anak anaknya (Mohon lihat Authors greetings, thanks)
All Rights Reserved
#44
mechabot
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • JEEVANA
  • The King & The Doctor
  • Love at Time's Brink [PROSES TERBIT]✔️
  • [BL Transmigrasi] Male Concubine
  • I Want to Live [END]
  • KUASA DUNIAWI(Transmigrasi BL)
  • Given || Ju Jihoon
  • Second
  • Secretary Or Mommy? || HIATUS
  • NIGHT NOISES || Romance Horror [SEGERA TERBIT]
JEEVANA

"Gue terpaksa nikah sama lo, demi bayi yang ada di perut lo." Kata-kata itu jatuh seperti pisau yang menancap tepat di hati Kiana Alisha. Pernikahan yang seharusnya menjadi momen bahagia, kini hanya terasa seperti hukuman. Ia tidak diinginkan. Bukan sebagai istri, bukan sebagai seseorang yang layak dicintai. Pria di hadapannya, sosok yang dingin dan kasar, menikahinya bukan karena cinta-hanya karena tanggung jawab, Tatapan matanya tajam, seolah berkata bahwa semua ini hanya sementara. Bahwa setelah bayi itu lahir, segalanya akan berakhir semuanya. Namun, takdir selalu punya cara untuk mempermainkan hati manusia. Dalam kebencian, mungkin terselip perasaan yang tak terduga?

More details
WpActionLinkContent Guidelines