that group is my enemy

that group is my enemy

  • WpView
    Reads 1,843
  • WpVote
    Votes 231
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published about 9 hours ago
WpInfo
Fiction
Romance
That group is my enemy ​Ketika anak-anak lain tumbuh besar dengan dongeng dan kasih sayang, enam belas remaja ini justru dibesarkan dengan cara yang ekstrem: senjata tajam. Dididik dengan keras oleh orang tua mereka demi alasan perlindungan diri, mereka tumbuh menjadi sosok yang tangguh, ditakuti, dan tidak segan membalas dendam kepada siapa saja yang berani mengusik mereka. ​Sayangnya, rivalitas mereka sudah dimulai sejak zaman TK. Kubu laki-laki (Shasa, Levi, Lily, Trisha, Oline, Nala, Regie, Moreen) dan kubu perempuan (Nayla, Aralie, Delyn, Lana, Erine, Nachia, Kimmy, Fritzy) selalu terlibat perang dingin yang tidak pernah usai. Mereka adalah musuh bebuyutan yang paling tahu cara menjatuhkan satu sama lain. ​Namun, sebuah keputusan gila dari orang tua mereka membalikkan dunia dalam semalam: Mereka semua dijodohkan! ​Kini, mereka harus belajar menurunkan senjata dan menghadapi "medan perang" baru bernama pernikahan. Dari yang tadinya saling serang, kini mereka dipaksa untuk saling menerima. Ada yang mendadak jadi perhatian, ada yang kerjanya berantem terus, ada yang super kaku, dan ada pula yang diam-diam menaruh rasa. ​Di antara dendam masa lalu, ancaman musuh dari luar, dan ego yang sama-sama tinggi, akankah perjodohan massal ini menyatukan mereka... atau justru memicu perang terbesar dalam hidup mereka? Fxg
All Rights Reserved
#1
mozy
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Salah Status [END]
  • Kembang Desa
  • Nakula
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Prahara Lamaran [END]
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Stand by Me (END + MASIH BERANTAKAN, INI TULISAN PERTAMA GUE WOI MAKANYA BRNTKN)
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines