Thursday

Thursday

  • WpView
    Reads 1,898
  • WpVote
    Votes 278
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jan 15, 2026
Jika ditanya pada Izaya, dia dan lelaki itu bagaikan 'Khamis', somewhere between weekdays and weekends... ambiguous but not ambiguous. Tapi kalau ditanya pada lelaki itu? Entah. Izaya tak pernah rasa nak tanya. "As if there was nothing between us." Thursday. ©2025, Jiyan. All Right Reserved
All Rights Reserved
#239
malayfiction
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SISA HUJAN LUKA [end] (revisi)
  • Tenangmu, Menemukan Aku | SU
  • Tengku Zayn Michael : obsessive husband [revamp]
  • Bercinta dengan musuh sendiri (c)
  • AKU ORANG KETIGA (TAMAT)
  • MR. RAYDEN ALBERT'S WIFE (C)
  • Detak Janji : Dia أنتِ نبضي.
  • BINTANG PINJAMAN TERINDAH - C
  • Cikgu Aswad

Ctass! Ctass! Ctass! "Ayah, sakit Yah, badan Hali sakit..hiks..hiks!" Bugh! "Akhh!" Suara jeritan kesakitan terkeluar begitu sahaja dari mulut anak kecil itu. Dirinya ditendang oleh orang yang dia sayang tanpa terbesit sedikit pun rasa bersalah dalam dirinya. "Jangan kau berani mendekatkan diri kau pada yang lain. Kamu dengar Halilintar?!" Soalnya dengan tajam dan dingin. Pada pandangannya, Halilintar bukanlah seperti seorang anak kecil yang harus dia kasihani tetapi dia memandang anaknya itu seperti seseorang yang sangat ia musuhi sejak lama. _________________________________________ "Kenapa Ayah pukul Hali? Hali tidak pernah pun nakal selama ni." Soalnya pada diri sendiri. Sungguh, hati kecil milik Halilintar selalu tertanya-tanya. Apa salahnya hingga dia dipukul oleh Ayahnya sendiri? Dia juga terkadang merasa dirinya dilayan teruk berbanding dengan saudaranya yang lain. Apakah ia sehina itu hingga dibenci sekali oleh Ayahnya sendiri? Sungguh dia merasa rapuh sekarang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines