Bayangan sampingan

Bayangan sampingan

  • WpView
    Reads 4
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Dec 24, 2025
Ia selalu hidup dengan wajah tanpa emosi. Bukan karena tak mampu merasakan apa pun, melainkan karena dunia tak pernah memberinya alasan untuk hangat. Senyum adalah kebiasaan yang tidak ia pelajari, dan harapan hanyalah kata yang terdengar indah di telinga orang lain. Hingga suatu hari, ia terbangun di dalam tubuh seorang gadis bangsawan-nama yang dikenalnya terlalu baik. Tokoh itu bukan pahlawan. Bukan juga penjahat. Hanya pemeran sampingan yang nasibnya ditulis singkat dan kejam dalam sebuah novel: mati tanpa pernah dipahami, lenyap tanpa meninggalkan jejak. Ironisnya, ia mengingat setiap detail akhir tragis itu. Dunia baru ini penuh cahaya, intrik, dan cinta yang bukan miliknya. Sang tokoh utama akan bersinar, sang pemeran pria akan jatuh cinta, dan cerita akan tetap berjalan-tanpa memedulikannya. Dan untuk pertama kalinya, gadis yang dingin itu tersenyum tipis. Jika ia memang hanya pemeran sampingan, maka ia akan menjadi bayangan yang tak bisa diabaikan. Bukan untuk merebut panggung. Bukan untuk mengubah alur demi cinta. Melainkan untuk bertahan hidup- dan memastikan bahwa kali ini, takdir tidak berakhir sesuai tulisan. ---
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Trapped in a Psycopathic Novel
  • The Wicked Wife's Past Strikes Back
  • Binar Rembulan~Transmigrasi
  • KENRA; Antagonis Pengganti
  • Transmigrated as the Villainous Omega Prince [ END ]
  • MORGAN
  • Perfect Mom, Perfect Wife
  • Perfect Antagonist (end)
  • The Grand Duke Obsession (END)
  • When The Villain Looks at Me [END]

Lunaria dalam bahasa bunga memiliki arti kejujuran, ketulusan, dan juga kemakmuran. Seperti arti namanya, ia menjalani hidupnya penuh ketulusan hingga akhirnya bisa hidup dalam keadaan damai dan tenang. Meski orang-orang yang melihatnya mungkin menganggap kehidupan Luna membosankan dengan aktivitas berulang, tapi Luna menganggapnya sebaliknya. Saking damainya hidupnya sekarang, Luna tak berniat untuk menikah atau memiliki keturunan. Ia ingin hidup sendirian dalam waktu yang lama. Kesendirian adalah temannya. Setiap pulang bekerja ia akan bersenang-senang dengan teman-temannya atau langsung istirahat dan di hari minggu ia akan quality time dengan dirinya sendiri sembari membaca Novel atau menonton film. Yah, hidup Luna sangat damai hingga suatu malam dengan sekejap hidupnya berubah 180 derajat. Ia tiba-tiba memiliki suami dan seorang putra berusia sembilan tahun. Luna berusaha mencerna semuanya hingga ia sadar, ia terjebak didalam sebuah novel yang pernah ia baca beberapa minggu yang lalu. Ia terjebak menjadi salah satu tokoh yang memiliki nama yang sama dengannya, Lunaria. Salah satu tokoh sampingan antagonis yang mati di cerita karena dibunuh anak kandungnya sendiri. Luna berusaha untuk mencegah kematiannya dengan merubah alur Novel. Namun karena hubungan keluarga tokoh Novel yang amat sangat buruk dan tak sesuai idealisnya, ia akhirnya memilih cara lain, jika ia tidak bisa kembali ke kehidupannya yang semula ia akan kabur dari kediaman ini. Tapi semuanya sia-sia dan tidak sesuai rencana. "Jangan buat masalah lagi atau aku benar-benar akan memotong tendon kakimu kali ini." ancam suaminya dingin. Luna takut. Apa psikopat gila itu akan benar-benar membuatnya lumpuh? "Apa kamu meracuni makanan ini?" tanya anak laki-laki itu dengan tatapan penuh kecurigaan. "Aku tidak butuh!" ucapnya yang kemudian membanting piring didepannya kasar. Sudah cukup. Ia tidak bisa bertahan lagi menghadapi kegilaan pasangan ayah dan anak itu! S: 19-12-2023 P: 27/01/24

More details
WpActionLinkContent Guidelines