Christy dan Kisah Hidupnya
Christy adalah gadis berusia tiga belas tahun yang berhasil masuk ke jenjang SMA karena kecerdasannya yang jauh di atas anak-anak seusianya. Di saat remaja lain masih menikmati masa SMP, Christy sudah harus menjalani kehidupan sekolah yang penuh tekanan di lingkungan yang jauh lebih dewasa darinya. Meski dikenal sangat pintar, hidup Christy tidak pernah benar-benar mudah. Ia tidak memiliki keluarga satu pun untuk tempat pulang dan harus tinggal sendirian di sebuah kos-kosan kecil sambil berusaha menjalani hidupnya sendiri.
Di sekolah, keberadaan Christy sering menjadi bahan pembicaraan. Banyak siswa memandang rendah dirinya karena usia yang terlalu muda dan kehidupannya yang sederhana. Tidak sedikit yang membully, meremehkan, bahkan mengatakan bahwa Christy tidak pantas berada di SMA itu. Hari-harinya dipenuhi tatapan sinis, ejekan, dan kesendirian yang perlahan membuat Christy semakin tertutup. Meski begitu, ia tetap bertahan dan mencoba fokus pada sekolahnya, seolah sudah terbiasa menghadapi semuanya sendirian.
Namun hidup Christy mulai berubah ketika dua orang perlahan masuk ke dalam kehidupannya. Mereka menjadi orang pertama yang berani berdiri di depan Christy saat orang lain merendahkannya. Kehadiran keduanya perlahan membuat Christy merasakan sesuatu yang selama ini tidak pernah ia miliki-perhatian, perlindungan, dan tempat untuk merasa tidak sendirian lagi. Sedikit demi sedikit, hidup Christy yang sebelumnya dipenuhi kesepian mulai berubah karena dua orang yang tanpa sadar menjadi cahaya baru dalam dunianya.