⚠️ WARNING ⚠️
📌AKTIVITAS 21🔞| KATA-KATA KASAR| UNSUR TRAUMATIS|
"TIDAK ADA YANG BISA BERTAHAN SELAMANYA!" teriaknya dengan marah.
"Kalau begitu, aku akan menjadi 'bukan siapa-siapa'-mu," tekan Benjamin.
Benjamin tertawa getir, sebuah tawa pendek tanpa rasa humor yang lebih terdengar seperti rintihan. Dia mengusap wajahnya dengan kasar, lalu mengacak rambutnya seolah sedang mencoba membuang pikiran buruk yang baru saja dilemparkan Lyora.
Benjamin mondar-mandir di ruangan itu dengan langkah tidak tenang, sesekali menunjuk ke arah dada Lyora dengan jari yang sedikit gemetar, bukan karena takut, melainkan tidak percayanya pada apa yang baru saja didengarnya.
"Oke! Jadi-untuk apa aku di sini? Untuk apa aku habiskan setiap detik waktuku, jika kau sudah menyiapkan pintu keluar?!" suaranya bergetar hebat, dan dia menolak untuk mundur.
Benjamin tertegun, rahangnya mengatup rapat hingga otot pipinya menonjol. Dengan tawa getir yang terdengar menyakitkan, ia melangkah maju, mengunci tatapan Lyora dengan mata yang memerah menahan amarah.
[SUDAH TERBIT]
Tentang Graziano Gerald Alexio, kapten basket populer yang terkenal dingin serta kejam dalam menyikapi para gadis yang menyukainya.
Disaat semua gadis enggan berurusan dengan Ziano karena takut sakit hati oleh perkataannya, berbeda dengan Veilla Arindy Chelsea. Si gadis keras kepala yang begitu berambisi untuk memenangkan hati Ziano.
Hingga sebuah perjodohan antara dua keluarga membuat Ziano dipaksa menikah secara diam-diam dengan Veilla. Disaat Ziano mati-matian mencari alasan untuk bercerai dengan Veilla, akankah gadis itu mampu mempertahankan pernikahan mereka?