Seperti Biasa, 21+ ⚠️
Dia tumbuh dengan satu kenangan yang tak pernah hilang, rumah yang hancur. Bertahun-tahun kemudian, ia hidup kembali membawanya pada kenyataan, namun kali ini ia bukan sebagai korban.
Ia mendekati laki-laki itu dengan senyum yang tenang, tutur kata yang manis, dan luka yang disembunyikan rapi di balik elegannya sikap dewasa. Tidak ada yang tahu bahwa setiap langkahnya sudah direncanakan. Bahwa tiap sentuhan, tiap tatapan, adalah bagian dari permainan yang tak pernah ingin ia hentikan.
Bukan karena cinta.
Bukan pula karena karma.
Ini adalah dosa yang ia pilih sendiri.
Cara paling halus untuk membuat perempuan itu merasakan rasa kehilangan, seperti yang pernah ia rasakan dulu.
Namun semakin jauh ia melangkah, batas antara balas dendam dan perasaan mulai kabur. Dan ia harus menjawab satu pertanyaan yang selama ini ia hindari, yakni, Apakah ia masih menginginkan pembalasan?
atau justru tenggelam dalam dosa yang ia ciptakan sendiri?
All Rights Reserved