"Kertas mungkin mudah robek, tapi ia juga bisa memberikan luka sayatan yang paling dalam."
Bagi Piere, dunia adalah tempat yang rapuh, selembar demi selembar, seperti origami yang ia susun dengan penuh ketelitian di sudut ruang seni yang sunyi. Sebagai siswa yang selalu menjadi target perundungan oleh Aris dan gengnya, Piere memilih untuk "mengecil"-menjadi tak terlihat, tak bersuara, dan membiarkan dirinya diremas layaknya sampah.
Namun, setiap manusia memiliki titik jenuh.
Ketika sebuah rahasia besar terungkap dan harga diri keluarganya ikut diinjak-injak, Piere menyadari bahwa membangun "menara" tempat bersembunyi tidaklah cukup. Ia harus belajar bahwa kertas yang tipis sekalipun, jika dilipat dengan sudut yang tepat, bisa menjadi senjata yang mematikan.
Di antara aroma lem, robekan sketsa, dan kobaran api dendam, Piere mulai menyusun rencana sepresisi karya arsitekturnya. Satu per satu, ia akan menarik fondasi kekuasaan para perundungnya hingga menara kesombongan mereka runtuh tanpa sisa.
Sebuah cerita tentang keberanian untuk bangkit, kekuatan dari sebuah kesunyian, dan pembuktian bahwa mereka yang terlihat paling lemah sering kali adalah mereka yang paling berbahaya.
Tous Droits Réservés