Enemies Become Lovers (Menuz)
Carlos lelah. Lelah menjadi gadis kaya yang selalu dimanfaatkan. Teman datang kalau butuh traktir, hilang kalau Carlos butuh teman.
Karena itu, di sekolah baru, Carlos memutuskan menyamar. Menjadi fake nerd. Kacamata tebal palsu, kuncir dua berantakan, seragam kebesaran, tas sobek. Misi: Tidak terlihat, tidak disukai, tidak dimanfaatkan.
Rencana awal, Hidup tenang, tanpa drama. Rencana itu hancur di hari pertama. Karena di sekolah baru itu ada YUMNA AMIRA ALGERIA.
Queen Bully. Ratu sekolah. Cantik, pintar, kaya, tapi mulutnya pedasnya melebihi 100 cabai rawit. Judesnya tidak ada obat. Ditakuti satu sekolah.
Awalnya benci. Sangat benci. Tapi semakin lama, Carlos sadar... Yumna tidak sejahat itu. Dibalik topeng queen bully yang galak, Yumna juga kesepian. Yumna juga kaya dan lelah dimanfaatkan. Yumna menjadi judes karena ingin membangun tembok, agar tidak ada yang berani menyakiti lagi. Sama seperti Carlos yang menjadi nerd agar tidak terlihat.
Dua gadis. Dua luka yang sama. Dua topeng yang berbeda.
Lalu, bagaimana kalau topeng itu perlahan retak?
Bagaimana kalau si fake nerd mulai rindu dibully?
Bagaimana kalau si queen bully mulai cemburu kalau ada yang mendekati nerd palsu itu?
Dari benci jadi deg-degan. Dari ejekan jadi perhatian. Ini bukan kisah Cinderella. Ini kisah tentang dua gadis kaya yang belajar bahwa cinta tidak butuh harta, tidak butuh popularitas.
Cinta hanya butuh satu orang yang berani berkata: "Tidak apa-apa menjadi diri sendiri di depan saya."
Siap-siap baper, ngakak, sekaligus disindir. Karena di sekolah ini, yang paling pedas mulutnya, ternyata yang paling lembut hatinya.
"Kadang, orang yang paling keras membenci kepalsuan, justru jatuh cinta pada kepalsuan yang paling jujur."
Carlos (Carmen Top)
Yuha (Yumna Bot)