Yang Katanya Rumah

Yang Katanya Rumah

  • WpView
    Membaca 59
  • WpVote
    Vote 32
  • WpPart
    Bab 6
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sel, Feb 24, 2026
Jika kalian setuju pada kalimat "rumah tidak selalu berbentuk bangunan" maka tidak untuk Nadin. Terusir dari rumah sendiri bersama kedua adiknya, adalah hal buruk setelah mereka harus kehilangan kedua orang tuanya.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#122
kelurga
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • WOUNDS OF LOVE (REPUBLISH)
  • Mencuri Tanah Kahyangan
  • PUZZLES
  • IF CLAUSE
  • andai, jika
  • Breathless (FIN)
  • Miss Oh So Perfect
  • SILHOUETTE (Lengkap Di KBM & KaryaKarsa)
  • Dona-Lingga
  • The Great Deity - PART 1

Kesakitan ini selalu mengingatkanku akan cintaku yang kamu tepis dengan keacuhanmu. Kamu banyak berubah sejak saat itu. Aku bahkan tidak lagi mengenali laki-laki yang kucintai. Dimanakah dirinya yang dulu? Apakah kini dia telah bermetaforsa menjadi laki-laki angkuh dan dingin? Lantas kemanakah janji suci yang dia ungkapkan dulu? Dimanakah cinta yang dia aggungkan dulu? "Aku menyesal memercayakan segalanya padamu. Kamu ... kamu penyesalan terbesar dalam hidupku. Aku menyesal pernah mencintaimu ..." Katamu begitu menusukku. Kamu membuatku jatuh dalam asa. Aku tidak dapat lagi bangkit. Semuanya terasa gelap dan mustahil bagiku untuk membuatmu sekedar melihat cintaku yang tulus. Mungkin kamu benar akulah penyesalan terbesar dalam hidupmu. Kamu begitu tampan dan kaya sementara aku tidak ada apa-apanya dibanding wanita yang mengelilingimu. "Maafkan aku yang memaksamu menjadi seperti ini. Seharusnya dulu kita tidak saling mengenal. Kamu benar ... aku akan pergi. Kembalilah ... teman-teman dan kebahagiaan telah menantimu." Air mataku jatuh tapi kamu tidak bereaksi apapun. Mungkin benar ... kamu memang tidak lagi mencintaiku. Tapi bagaimana jika kutemukan cinta itu dalam hatimu yang kian membeku itu? Haruskah kutarik kembali kata ini atau melepaskanmu seperti inginmu dari dulu?

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan