The Last Moonblade - [Hyunlix]

The Last Moonblade - [Hyunlix]

  • WpView
    Reads 1,565
  • WpVote
    Votes 263
  • WpPart
    Parts 19
WpMetadataReadMatureComplete Sun, Feb 22, 2026
Di benua Aetheris, Hyunjin adalah pendekar terakhir dari klan terlarang Moonblade-klan yang dimusnahkan karena mampu membunuh cahaya itu sendiri. Setiap kali ia menggunakan pedang Moonblade, sebagian dari dirinya menghilang: kenangan, emosi, bahkan rasa cinta. Dalam perjalanannya, ia bertemu seorang penyihir. Sosok yang begitu berkilau dan manis, bertolak belakang dengan dirinya yang begitu gelap. Lee Felix, satu-satunya penyihir yang mampu melihat retakan jiwa dari pendekar terakhir klan terkuat. Felix sudah mengetahui masa depan Hyunjin di pertemuan pertama mereka, tetapi alih-alih menjua, takdir mahal menuntun Felix terus bertemu dengan Hyunjin hingga rasa itu muncul. Dan pengorbanan akan dimulai.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • KARSA DALANG
  • TOXIC BOYFRIEND
  • Trapped in a Psycopathic Novel
  • SALARYN KINGDOM : Bridge Of Destiny [END]
  • The Wicked Wife's Past Strikes Back
  • Cinta Dari Sahabat
  • MORGAN
  • REBIRTH : ADELIA [AGRIENT STORY KE-2]✔️
  • Perfect Antagonist (end)
  • Perfect Mom, Perfect Wife

"Di atas kelir, ia adalah penguasa napas bagi setiap raga kayu yang ia gerakkan. Namun di hadapan Iyan, mantra-mantranya luluh lantak tak bersisa." Raden sudah terbiasa memikul beban tradisi dan jampi-jampi sakral sebagai 'Raden' bagi jagat Padjajaran. Baginya, cinta hanyalah interupsi yang tak masuk dalam skenario Bah Ajat. Sampai sosok Iyan-pemuda yang enam tahun lebih muda darinya-datang dan mengacaukan seluruh frekuensi hatinya. Demi memikat sang pujaan hati yang ia panggil 'Fiyana', Raden rela menaruh seluruh reputasi dan keningratannya di atas meja taruhan. Tak peduli seberapa berat kutukan tradisi yang harus ia angkut di punggungnya, atau seberapa tajam persyaratan Bah Ajat yang menanti di depan mata. Bagi Raden, membiarkan Iyan tetap tersenyum adalah satu-satunya lakon yang harus berakhir bahagia. Karena di balik aroma kemenyan dan suara gamelan yang megah, ada sebuah sumpah yang ia bisikkan dalam sastra: Bahwa raganya adalah tameng, dan cintanya adalah takdir yang tak akan ia lepaskan. #Mpreg #bxb Bahasa Sunda (22 maret)

More details
WpActionLinkContent Guidelines