Labirin Obsesi

Labirin Obsesi

  • WpView
    Reads 1,119,641
  • WpVote
    Votes 65,255
  • WpPart
    Parts 36
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Feb 18, 2026
"Menjadi antagonis bukanlah pilihanku, tapi bertahan hidup adalah prioritasku." Violetta Gloretha seharusnya mati. Dalam novel Obsesi Berdarah, dia adalah gadis posesif yang berakhir mengenaskan di tangan kekasihnya sendiri, Julian Dominic, yang muak akan kekangannya. Ketika jiwa baru merasuki tubuh sang Ratu Posesif, rencana besar pun disusun: Melepaskan Julian. Violetta mulai menjaga jarak, melupakan tanggal jadian, dan memberikan kebebasan yang selama ini Julian dambakan. Namun, Violetta salah perhitungan. Julian yang tidak lagi dikekang justru kehilangan arah. Kebebasan yang ia dapatkan malah memicu kegelapan yang lebih dalam. Julian tidak menginginkan kebebasan; ia menginginkan Violetta-dengan cara apa pun. "Jika kamu tidak ingin mengaturku lagi, maka biarkan aku yang mengatur hidupmu, Vio. Selamanya."
All Rights Reserved
#794
perpindahanjiwa
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Time
  • Tsundere Maniak Susu
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Transmigrasi Ziora
  • EVANESCENT
  • GRAVARENZO
  • Blueprint Pelarian Villain
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • I'm Not Just a Figuran
  • GHAIKA (REVISI)
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines