ECHO OF THE OATH

ECHO OF THE OATH

  • WpView
    Reads 2,241
  • WpVote
    Votes 373
  • WpPart
    Parts 34
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Sep 4, 2026
WpInfo
Fiction
Fantasy
Ancient Civilizations
High Fantasy
Fairy Tales and Mythology
"Setiap ucapanku. Pada sisa sisa keberadaan ku. Tubuhmu akan mengingatnya," ucap Luc. *** Ash dikutuk untuk selalu memenuhi janjinya. Satu diingkari, satu nyawa menghilang. Ash, imigran gelap yang terjebak di sel bersama seorang penjahat-Luc, dan akan dieksekusi mati besok. Luc mampu membebaskan mereka berdua dengan tiga syarat, "Satu, kau harus bisa diajak kerja sama." "Dua, jangan protes." "Tiga, berjanjilah untuk selalu membantuku sampai tujuan tercapai." Sialnya, "tujuan" itu tidak pernah tentang meloloskan diri dari penjara. Janji Ash tak pernah terlunasi, ia bertaruh tiga nyawa. Kini, Ash terjebak bukan hanya oleh janji, tetapi seorang penjahat. Serlucior Nyther... Kutukan yang menyata. *** [Cerita 6] (Desember 2025) Genre: Fantasi - Romansa Area 15+ Cover cr to Pinterest / Artist Temukan cuplikan-cuplikan cerita di Instagram @cerita.elin
All Rights Reserved
#36
klasik
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ibu Tiri Menolak Mati di Kehidupan ke-7
  • A Family of Villains
  • Rumah Untuk Sang Tiran
  • Aveline Beyond Her Fate
  • I'm the male lead's wife? [TERBIT!]
  • Transmigrasi: The Villain's Stepmother
  • Sin of The Villainess
  • The Mad Marchioness of Obsidia
  • AS : The Side Character's Rebirth
  • The Adiputra Family

Enam kali mati dibunuh tepat di usia 22 tahun. Di kehidupan ketujuh, Ravenna menolak menjadi mangsa. Sebagai seorang mantan pendidik, Ravenna tahu cara terbaik menghukum orang bodoh bukanlah dengan air mata, melainkan dengan merampas apa yang paling mereka hargai. Maka, ia membatalkan pertunangannya dengan Putra Mahkota secara elegan, mengosongkan brankas ayahnya, dan menyerahkan diri kepada pria paling berbahaya di benua itu-Grand Duke Alaric von Blackwood, sang Monster Utara. Tawarannya sangat sederhana: "Jadikan aku istri kontrak selama lima tahun. Aku akan mendidik dua anakmu dan menjadi perisai politik dari hukum Istana. Setelah anak-anakmu aman, ceraikan aku dengan pesangon emas." Bagi Ravenna, ini hanyalah transaksi bisnis. Ia hanya ingin selamat dari maut dan pensiun dengan tenang. Namun, logika dan rencananya gagal meramalkan satu hal... Dua anak tiri yang konon 'monster' itu kini menangis memeluk kakinya, enggan dilepaskan. Sementara sang Grand Duke yang terkenal berhati beku? Pria itu menatap Ravenna dengan sorot posesif yang menggelapkan akal sehat. "Kau yang memulai permainan ini, Istriku. Jangan harap aku akan melepaskan apa yang sudah menjadi milikku."

More details
WpActionLinkContent Guidelines