Story cover for 0,01% by Fellyziea
0,01%
  • WpView
    Reads 40
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 3
  • WpView
    Reads 40
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 3
Ongoing, First published Dec 26, 2025
No one is perfect.

Namun di tempat ini, ketidaksempurnaan bukan sesuatu yang boleh terlihat. Di balik dinding sekolah elit yang sunyi dan berkilau, setiap ambisi tumbuh dalam diam, menekan mereka yang berani bermimpi terlalu tinggi. Kesempurnaan bukan tujuan, merupakan tuntutan yang tak pernah diucapkan, namun selalu diawasi.

Mereka datang membawa kecerdasan, prestasi, dan ego yang tak kalah tajam. Enam jiwa terpilih, dipertemukan bukan untuk bersinar sendiri, tetapi untuk diuji bersama. 

Competition creates pressure, but collaboration reveals truth. 

Ketika mereka dipaksa berjalan berdampingan, batas antara keunggulan dan kehancuran mulai kabur.

Di balik senyum tenang dan pencapaian gemilang, ada ketakutan yang tak terucap. Bahwa menjadi luar biasa sering kali berarti berjalan sendirian. Bahwa kejeniusan tanpa empati hanyalah kesunyian yang berisik. 

Sometimes, the brightest minds carry the heaviest weight.

Di dunia yang hanya menyisakan ruang bagi 0,01%, bertahan bukan tentang menjadi yang paling sempurna. Melainkan tentang keberanian untuk tetap merasa, tetap percaya, dan tetap berdiri, meski cahaya terasa semakin jauh.

Because even the strongest minds are human, after all.
All Rights Reserved
Sign up to add 0,01% to your library and receive updates
or
#4gifted
Content Guidelines
You may also like
Double AL (COMPLETE) by candygoddes
69 parts Complete
"Cowok pakai earphone, topi warna hitam arah jam satu" Alexa reflek menoleh, mengangkat sebelah alis bertanya. "Gue mau nantang lo buat bikin tuh cowok jatuh cinta bahkan tergila-gila sama lo. Ya-itu pun kalo lo bisa" "Gak. Jawabannya tetap gak." "Claudia suka banget bahkan tergila-gila sama dia, lakuin berbagai cara supaya gak ada cewek yang berani dekat-dekat sama tuh cowok, kalo sampai lo berhasil buat tuh cowok jatuh cinta bahkan bucin mampus-" "Ok deal." Dan, itu adalah awal mula kisah Alexa dan Aldrich dimulai. *** Aldrich Shaquille Mc Muller Blasteran Brasil-Indonesia. Most Wanted Boy dengan predikat terpanas tahun ini dikalangan siswa siswi di negaranya sekaligus cucu pemilik Muller Internasional School. Sekolah Internasional yang terkenal dengan fasilitas terlengkap dan biayanya yang fantastis. Tampan Kaya-raya Dingin Tak tersentuh. Calon penerus perusahaan terkemuka 'Muller Corporation'' Cucu kesayangan William Mc Muller. Konglomerat sekaligus pemilik Muller Internasional School. Terlalu di manjakan, menjadikan Ia sosok yang tidak suka dibantah. Apapun yang diinginkan Cucunya. William Mc Muller akan selalu menuruti. Tetapi, ada satu hal yang sulit untuk William Mc Muller turuti dari keinginan Cucunya. Biasanya sang Cucu hanya meminta barang, pulau, villa dan berbagai macam perintilan kecil lainnya. TAPI INI? Kenapa Cucunya malah meminta Seorang Gadis kepadanya? Apalagi setelah mengetahui asal-usul Gadis itu yaitu Anak bungsu dari Keluarga Louis. Perlu di garis bawahi. LOUIS Musuh dari keluarga Muller! Alexandra Qotrunnada Louis (Murni dari otak author) (⚠️Jangan ada plagiat!)
You may also like
Slide 1 of 10
Regnum Quintus [On Going] cover
Giants Above the Sky cover
MAIN CHARACTER(Proses Revisi) cover
ALVAS MATTHEO cover
Double AL (COMPLETE) cover
The End Of My Beginning cover
Sleep is A Curse [Completed]  cover
A Love That Learns My Silence [BL] cover
Sister's Of Antagonis [ MASIH REVISI ] cover
Suddenly Became Mama cover

Regnum Quintus [On Going]

29 parts Ongoing

There were four. Then she came. Di Valemont Royal Executive School-sekolah elite tempat anak-anak keluarga paling berkuasa dididik untuk mengendalikan dunia-power bukan tentang ranking. It's about presence. Empat nama sudah lama memegang takhta sosial: Lucien, Damien, Alaric, Cassian. Mereka bukan sekadar siswa. Mereka adalah sistem. Semua berjalan stabil. Teratur. Tak tergoyahkan. Sampai satu nama muncul: Celestine. No loud entrance. No headline. Tapi sejak hari itu, bisik-bisik berubah arah. Tatapan mulai terukur. Dan even kings... started recalculating their positions. "She didn't ask for power. The world simply paused-like it had been waiting for her."