PENILIK jalur lintasan

PENILIK jalur lintasan

  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Dec 26, 2025
WpInfo
Fanfic
Di sebuah desa yang belum mengenal listrik, malam bukan sekadar waktu ia adalah rekan pekerjaan. Seorang bapak berjalan menyusuri rel kereta setiap malam, memastikan besi-besi panjang itu tetap aman dilalui. Dalam gelap, ditemani lampu cempor dan doa yang tak pernah diucapkan keras-keras, ia menjaga sesuatu yang jarang dipikirkan orang. Anaknya tak pernah ingin hidup seperti itu. Ia malu, ia dingin, ia ingin pergi sejauh mungkin dari kehidupan rel dan malam. Namun satu peristiwa mengubah segalanya. Kereta uap anjlok. Desa gaduh. Dan bapaknya tak kunjung pulang. PENILIK adalah kisah tentang perjalanan yang tak selalu menuju pulang, tentang pengorbanan yang sering luput disadari, dan tentang seorang anak yang baru belajar memahami ketika ia hampir... kehilangan.
All Rights Reserved
#68
profesi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • JEEVANA
  • I Want to Live [END]
  • Love at Time's Brink [PROSES TERBIT]✔️
  • [BL Transmigrasi] Male Concubine [✓]
  • Secretary Or Mommy? || HIATUS
  • The King & The Doctor ✓
  • KUASA DUNIAWI(Transmigrasi BL)
  • NIGHT NOISES || 🌴🦌 [END]
  • Second
  • Given || Ju Jihoon
JEEVANA

"Gue terpaksa nikah sama lo, demi bayi yang ada di perut lo." Kata-kata itu jatuh seperti pisau yang menancap tepat di hati Kiana Alisha. Pernikahan yang seharusnya menjadi momen bahagia, kini hanya terasa seperti hukuman. Ia tidak diinginkan. Bukan sebagai istri, bukan sebagai seseorang yang layak dicintai. Pria di hadapannya, sosok yang dingin dan kasar, menikahinya bukan karena cinta-hanya karena tanggung jawab, Tatapan matanya tajam, seolah berkata bahwa semua ini hanya sementara. Bahwa setelah bayi itu lahir, segalanya akan berakhir semuanya. Namun, takdir selalu punya cara untuk mempermainkan hati manusia. Dalam kebencian, mungkin terselip perasaan yang tak terduga?

More details
WpActionLinkContent Guidelines