Untitled   ||  WonXin

Untitled || WonXin

  • WpView
    Reads 1,083
  • WpVote
    Votes 110
  • WpPart
    Parts 16
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Aug 8, 2026
WpInfo
Fanfic
Alternate Universe (AU)
Original Character (OC)
"Aku hidup seperti biasa, namun ada ruang di dalam diriku yang selalu menunggu seseorang tanpa tahu siapa yang ditunggu. Setiap langkah terasa lengkap, kecuali satu hal yang tidak pernah bisa kusebut. Aku menyebutnya sunyi, padahal itu adalah namamu yang tak lagi kuingat namun terus tinggal. Dan setiap kali aku merasa hampir utuh, aku tahu, ada bagian dari diriku yang tertinggal bersamamu."
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Love me or die
  • Cupiditas Vitae [END]
  • Rewriting The Villain (END)
  • Journey
  • ENEMY [Keonhyeon]
  • FRIEND'S? - KRATINGMEEN
  • I'm Not Just a Figuran
  • Skripsi Dan Buku Nikah
  • Given || Ju Jihoon
  • KERSA NARENDRA

"Gila! Axelio benar-benar sakit jiwa!" umpat Yura keras-keras pada kamar kosnya yang sepi. Bagaimana tidak? Axelio Valcrest, sang antagonis pria berdarah dingin, jatuh cinta pada pandangan pertama kepada Arcelia , si female lead yang berhati malaikat. Cinta yang semula indah berubah menjadi obsesi gelap yang mengerikan. Karena cintanya ditolak-sebab Arcelia mencintai sahabat kecilnya, Elvano sang male lead utama-Axelio tanpa ragu menghabisi Elvano dan mengurung Arcelia di dalam mansion mewahnya yang menyerupai sangkar emas. Namun, yang paling membuat Yura meradang adalah nasib tunangan Axelio, Ravena Dracarys. Sebagai antagonis wanita, Ravena begitu terobsesi pada Axelio. Puncaknya, hanya karena Ravena menampar Arcelia demi mempertahankan harga dirinya, Axelio tanpa belas kasihan mengeksekusi tunangannya sendiri. Perut Yura tiba-tiba berbunyi nyaring, memutus untaian kekesalannya. "Aduh, lapar lagi. Keluar bentar deh, di depan gang biasanya masih ada yang jual nasi goreng." Sambil bersenandung kecil untuk mengusir sepi, Yura berjalan menyusuri trotoar malam yang lengang. Dia baru saja hendak menyeberang jalan ketika seberkas cahaya silau memedihkan matanya dari arah samping. Tinnnnnnnnnnn! "Ravena... Sayang, bangun..." Gila! Gue transmigrasi?! jerit Yura dalam hati. "Axel, aku ingin membatalkan pertunangan kita." "Ravena Dracarys..." Axel berbisik rendah, suaranya terdengar seperti seringai iblis yang merayap di kulit. "Kau pikir... kau siapa bisa memutuskan untuk membatalkan pertunangan ini secara sepihak, hm?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines