Ada pepatah yang mengatakan bahwa kekayaan bisa membeli segalanya. Dan ya, itu benar.
Namun ada satu hal yang tak bisa dibeli oleh harta sebanyak apa pun, kehangatan.
Virlystha Gwennara Leovarnost adalah gadis bungsu dari keluarga yang utuh dan hangat. Ia memiliki dua orang abang, orang tua yang lengkap, dan hidup tanpa kekurangan apa pun sedari kecil. Bahkan, sebuah rumah pribadi diberikan kepadanya agar ia tak perlu merasakan hidup ngekost seperti kebanyakan anak muda seusianya.
Namun, justru di rumah besar dan hidup yang serba cukup itu, Gwen sering merasa kesepian.
Bukan karena keluarganya buruk, melainkan karena kesibukan membuat kebersamaan menjadi sesuatu yang jarang ia rasakan. Kehangatan yang ia rindukan bukan tentang darah, materi atau pun status, melainkan tentang kebersamaan yang hidup.
Dari sanalah ide gila itu muncul.
Gwen mengubah rumah pribadinya menjadi sebuah kost-kostan yang tak biasa.
Tanpa sewa. Tanpa syarat rumit. Siapa pun boleh tinggal di sana.
Bagi sebagian orang, Gwen mungkin terlihat aneh, bahkan sombong karena seolah tak peduli akan uang. Tapi bagi Gwen, satu hal jauh lebih berharga yaitu kehangatan dari orang-orang yang hidup bersamanya, meski tak sedarah.
Seakan mendengarkan keinginannya, semesta pun mengirimkan satu per satu penghuni dan pastinya tiap-tiap orang membawa cerita, luka, tawa, konflik, cinta, dan kekacauan mereka masing-masing. Kostan megah itu pun jauh dari kata tenang, karena penghuninya sama sekali tak bisa ditebak.
Di antara ributnya kehidupan anak kost, rahasia, cinta yang gagal, hingga masalah tak terduga, Gwen mulai belajar bahwa kehangatan tak selalu datang dengan cara yang rapi.
Penasaran bagaimana kehidupan penuh tawa, drama, dan cinta di dalam kostan itu?
Yuk, ikuti kisah mereka dalam cerita Hostel of Love.
All Rights Reserved