Elric Mahendra

Elric Mahendra

  • WpView
    LECTURAS 25
  • WpVote
    Votos 4
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación vie, dic 26, 2025
WpInfo
Ficción
Romance
Selama bertahun-tahun, hati Dasha seperti sebuah museum yang hanya memajang kenangan tentang cinta lamanya. Ia terjebak dalam harapan-harapan kosong dan pertanyaan yang tidak pernah terjawab, terus mengejar bayangan seseorang yang telah lama pergi namun tak pernah benar-benar hilang dari ingatannya. Di tengah keputusasaannya, muncul Elric. Pria itu datang seperti fajar-cerah, hangat, dan membawa sejuta impian. Elric tidak hanya menawarkan cinta, ia menawarkan dunia yang baru. Bersama Elric, Dasha mulai belajar melihat masa depan. Elric membangunkan kembali mimpi-mimpi Dasha yang sempat mati dan berjanji untuk mewujudkannya bersama-sama. Bagi Elric, Dasha adalah satu-satunya tujuan dalam peta hidupnya. Namun, tepat saat Dasha mulai melangkah maju dan melepaskan pegangannya pada masa lalu, takdir memainkan lelucon yang kejam. Cinta lama yang selama ini ia kejar-sosok yang menjadi alasan lukanya-tiba-tiba kembali hadir. Kini Dasha berdiri di persimpangan yang menyesakkan. Apakah ia akan kembali pada pelukan masa lalu yang penuh nostalgia namun menyakitkan? Ataukah ia akan tetap tinggal bersama Elric, pria yang telah memberikan segala impian namun mungkin tak pernah memiliki seluruh ruang di hatinya?
Todos los derechos reservados
#234
dunianovel
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • Transmigrasi Ziora
  • The Time
  • GRAVARENZO
  • GHAIKA (REVISI)
  • I'm Not Just a Figuran
  • Tsundere Maniak Susu

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido