Bagi Adila, mencintai Trian adalah keberanian yang menyakitkan. Delapan tahun lalu, ia memilih menjadi "kenangan pahit", memutus komunikasi dan membiarkan dirinya dianggap jahat, agar Trian bisa terbang ke Amerika tanpa beban untuk menggenggam dunia. Ia rela melepas cintanya demi masa depan sang putra mahkota korporat, karena ia sadar gadis sederhana dari gang sempit tak punya tempat di samping seorang calon kaisar bisnis. Namun, satu windu (8 tahun) adalah waktu yang cukup bagi Trian untuk membangun imperium, tapi tak pernah cukup untuk meruntuhkan satu nama: Adila. Trian kembali bukan lagi sebagai remaja kaku yang pemalu, melainkan CEO dingin yang otoriter. Selama enam tahun menempa diri di bawah tekanan besar sang ayah, ia hanya memiliki satu tujuan: mendapatkan kembali haknya atas Adila. Saat menemukan Adila bekerja sebagai staf rendahan di salah satu kantor cabangnya, Trian tak lagi membiarkan takdir bermain-main. Dengan satu surat pindah tugas, Trian menarik Adila dari sudut terpencil ke dalam "ruang" pribadinya di lantai 50 kantor pusat. Di balik meja jati yang megah dan dinginnya AC ruang kerja, dua dunia yang sempat terpisah kasta kini berbenturan kembali dalam satu koordinat. "Dulu kamu memaksaku pergi demi masa depanku, Adila. Sekarang, aku adalah masa depanmu. Dan kali ini, tidak akan ada pintu keluar dari ruangan ini untukmu." Sanggupkah Adila menjelaskan bahwa kepergiannya dulu adalah bentuk cinta tertinggi? Dan mampukah Trian membuktikan bahwa takhta yang ia miliki sekarang hanya berarti jika Adila duduk di sampingnya? Inspired by Beri Cinta Waktu.
Più dettagli