
Sudah sebelas bulan aku berada di dunia dan berpekan-pekan Mama menggendongku menghirup udara bebas di luaran. Namun setiap kali di luar, aku tidak mengenali Mama sama sekali. Kepalanya terbenam dalam sebuah benda besar berbulu, wajahnya aneh dan menyeramkan membuatku selalu memalingkan pandangan. Bukan hanya itu, badan mama juga diselimuti bulu-bulu kering yang menggelikan. Dibawanya aku berkeliling jalanan. Langkah kaki Mama terasa berat, seolah ada beban besar yang sedang dibawa. Aku terbawa naik turun tak teratur dibuatnya. Dadanya kembang kempis dengan cepat. Tiap kali langkahnya terhenti, suara berirama menggema dari kotak hitam yang digendongnya di sisi lain. Keras menggelegar, membuat orang yang ditemui-seperti terpaksa-menyodorkan selembaran kertas atau benda pipih bulat pada mama. Aku memandang dunia dengan sederhana. Yang kutahu hanya pelukan hangat mama dan kelebatan benda-benda asing di dunia baru. Yang kubisa hanya menangis ketika menginginkan sesuatu dan tertawa saat ada seseorang yang menghibur. Hingga tepat pada satu tahunku, aku mulai mengerti arti sebuah penderitaan.All Rights Reserved
1 parte