We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Ma-ma
  • WpView
    Reads 4
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Dec 27, 2025
WpInfo
Non-Fiction
Sudah sebelas bulan aku berada di dunia dan berpekan-pekan Mama menggendongku menghirup udara bebas di luaran. Namun setiap kali di luar, aku tidak mengenali Mama sama sekali. Kepalanya terbenam dalam sebuah benda besar berbulu, wajahnya aneh dan menyeramkan-membuatku selalu memalingkan pandangan. Bukan hanya itu, badan Mama juga diselimuti bulu-bulu kering yang menggelikan. Dibawanya aku berkeliling jalanan. Langkah kaki Mama terasa berat, seolah ada beban besar yang sedang dipikul. Aku terbawa naik turun tak teratur dibuatnya. Dadanya kembang kempis dengan cepat. Tiap kali langkahnya terhenti, suara berirama menggema dari benda yang digendongnya di sisi lain bahu. Keras menggelegar. Membuat orang yang ditemul seperti terpoksa-menyadorkan selembaran kertas atau benda pipih bulat pada kantong yang Mama sodorkan. Aku memandang dunia dengan sederhana. Yang kutahu hanya pelukan hangat Mama dan kelebatan benda-benda asing di dunia baru. Yang kubisa hanya menangis ketika menginginkan sesuatu dan tertawa saat ada seseorang yang menghibur. Hingga tepat pada satu Lahunku, aku mulai mengerti arti sebuah penderitaan.
All Rights Reserved
#686
kehidupan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dua Langit Berbeda
  • ATMA FATAMORGANA
  • MOTHER
  • Unexpectedly Yours
  • BOUND WITHOUT LOVE (END)
  • GAREL ; POSESIF BROTHER
  • The Place You Left Me (Menuz) [END]
  • Gila!?, Gue Jadi Kucing?!
  • Stealing My Husband
  • My Step Mom? [END] ✔️

Dua anak kembar yang terpaksa terpisah sejak tangis mereka pertama kali terdengar di bumi-sang ibu membawa Saka, sang ayah membawa Kael. Satu tumbuh dalam kehangatan dan prestasi, dikelilingi senyum dan harapan. Satu lagi belajar bertahan di rumah yang keras, memeluk mimpi di dalam air, lalu kehilangannya oleh tangan yang seharusnya melindungi. Mereka hidup di dunia yang sama, bersekolah di tempat yang sama, bahkan memiliki wajah yang hampir serupa. Namun tidak pernah tahu bahwa darah yang mengalir di tubuh mereka berasal dari luka yang sama. Ini adalah kisah tentang keluarga yang retak, mimpi yang dipatahkan, dan dua saudara yang berjalan berdampingan tanpa pernah benar-benar bertemu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines