AURELIUS ARCANE ACADEMY

AURELIUS ARCANE ACADEMY

  • WpView
    Reads 121
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 22
WpMetadataReadComplete Sun, Dec 28, 2025
WpInfo
Fiction
Fantasy
Di belahan utara dunia yang terkunci oleh badai salju abadi, berdirilah Aurelius Arcane Academy sebuah institusi sihir megah yang menyimpan rahasia kelam di balik dinding obsidiannya. Bagi Rheya Arvella dan sembilan remaja Indonesia lainnya, akademi ini adalah satu-satunya harapan untuk mengubah nasib. Biayanya murah, namun harganya ternyata jauh lebih mahal dari yang mereka bayangkan. Sebuah fitnah keji tentang pencurian ponsel elit akademi memicu kekacauan. Di tengah kepanikan, Rheya menyadari sesuatu yang mengerikan: sihir esnya telah padam. Ia kehilangan kekuatannya tepat saat mereka sangat membutuhkannya. Keadaan memburuk ketika Kaelis, sang peretas jenius, mencoba membongkar konspirasi sekolah melalui sistem CCTV. Aksi nekat itu membangkitkan The Wardens algojo tanpa wajah yang memburu siapa pun yang berani mengusik sistem keamanan sekolah. Kini, "The South Ten" harus bertahan hidup di tengah badai salju maut. Tanpa sihir sang pemimpin, dikhianati oleh tempat mereka belajar, dan diburu oleh mesin pembunuh kuno. Akankah mereka berhasil mengungkap kebenaran sebelum salju mengubur jejak mereka selamanya?
All Rights Reserved
#687
sihir
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ibu Tiri Menolak Mati di Kehidupan ke-7
  • Aveline Beyond Her Fate
  • The Mad Marchioness of Obsidia
  • AS : The Side Character's Rebirth
  • I'm the male lead's wife? [TERBIT!]
  • Rumah Untuk Sang Tiran
  • A Family of Villains
  • Sin of The Villainess
  • Transmigrasi: The Villain's Stepmother
  • The Adiputra Family

Enam kali mati dibunuh tepat di usia 22 tahun. Di kehidupan ketujuh, Ravenna menolak menjadi mangsa. Sebagai seorang mantan pendidik, Ravenna tahu cara terbaik menghukum orang bodoh bukanlah dengan air mata, melainkan dengan merampas apa yang paling mereka hargai. Maka, ia membatalkan pertunangannya dengan Putra Mahkota secara elegan, mengosongkan brankas ayahnya, dan menyerahkan diri kepada pria paling berbahaya di benua itu-Grand Duke Alaric von Blackwood, sang Monster Utara. Tawarannya sangat sederhana: "Jadikan aku istri kontrak selama lima tahun. Aku akan mendidik dua anakmu dan menjadi perisai politik dari hukum Istana. Setelah anak-anakmu aman, ceraikan aku dengan pesangon emas." Bagi Ravenna, ini hanyalah transaksi bisnis. Ia hanya ingin selamat dari maut dan pensiun dengan tenang. Namun, logika dan rencananya gagal meramalkan satu hal... Dua anak tiri yang konon 'monster' itu kini menangis memeluk kakinya, enggan dilepaskan. Sementara sang Grand Duke yang terkenal berhati beku? Pria itu menatap Ravenna dengan sorot posesif yang menggelapkan akal sehat. "Kau yang memulai permainan ini, Istriku. Jangan harap aku akan melepaskan apa yang sudah menjadi milikku."

More details
WpActionLinkContent Guidelines