Sains & Logika

Sains & Logika

  • WpView
    Reads 1,130
  • WpVote
    Votes 209
  • WpPart
    Parts 18
WpMetadataReadComplete Thu, Mar 5, 2026
​Cinta itu reaksi kimia, tapi kenapa lukanya terasa seperti bedah saraf tanpa anestesi? ​Aksel Pradipta adalah seorang peneliti biosains yang perfeksionis. Baginya, segala sesuatu di dunia ini memiliki rumus, termasuk pengkhianatan. Saat "E" perempuan yang paling ia cintai pergi meninggalkan lubang menganga di hidupnya, Aksel tidak memilih untuk memaafkan. Ia memilih untuk membedah. ​Melalui jurnal ilmiah bertajuk Anatomi Kecewa, Aksel melakukan autopsi pada setiap fragmen memorinya. Ia menggunakan logika sebagai skalpel untuk memotong setiap inci rasa sakit, bertekad membuang sisa-sisa perasaan yang ia anggap sebagai "sel kanker" dalam sistem hidupnya. ​Namun, di balik dinding laboratorium yang steril dan dingin, anomali mulai bermunculan. Aroma vanilla yang tidak logis, warna merah yang menghilang dari pandangannya, hingga suara-suara statis yang memanggil namanya di tengah malam. ​Semakin dalam Aksel membedah ingatannya, semakin ia menyadari bahwa musuh terbesarnya bukanlah orang yang pergi, melainkan orang yang tetap tinggal. ​Siapkah anda menemukan apa yang sebenarnya ada di balik luka yang coba dihapus oleh sains?
All Rights Reserved
#344
psychological
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • After the Fall
  • The Girl Who Was Never Written
  • Tsundere Maniak Susu
  • GALAKSI [HIATUS]
  • ARCHIO KENZO [ END ]
  • Halo Gus!!
  • Figuran Tanpa Peran [END]
  • MUKTI AGUNG
  • The Lost Cael
  • TUNANGAN ANTAGONIST GILA

Zein Alastair Lucien Ashton. Ketika dia masih kecil dan masih belum mengerti apa-apa, seluruh anggota keluarganya pergi meninggalkan dia untuk membawa kakak keduanya yang saat itu sakit parah berobat ke luar negeri dan dia ditinggalkan bersama para pekerja di rumah besar keluarga mereka. Zein tumbuh tanpa figure keluarga, hanya dibesarkan oleh para pelayan. Dia anak baik dan ceria meskipun tumbuh tanpa keluarganya. Mereka pulang sekali dalam beberapa tahun dan setiap kepulangan mereka langsung disambut dengan baik oleh Zein, namun mereka berubah... Entah karena tak lagi merasa sayang karena sudah lama tak bersama ataukah karena ada sosok yang lebih butuh daripada Zein. Hingga akhirnya setelah sebelas tahun berlalu, si anak tengah dinyatakan sembuh dari penyakitnya. Mereka memutuskan untuk pulang, mengejutkan Zein dengan kepulangan mereka sambil membawa banyak sekali hadiah untuk si bungsu dan berbagai rencana kegiatan yang akan mereka lakukan. Namun hari itu, saat mereka tiba... Tidak ada sambutan, tidak ada pelukan. Suasana rumah besar itu sepi tanpa kehadiran Zein. Mereka bertanya-tanya, ke mana anak itu pergi? Namun para pelayan hanya mengatakan bahwa sang tuan muda tak pernah pulang dalam waktu beberapa bulan terakhir. Bukan karena dia kabur dari rumah, bukan karena dia pergi untuk kebebasan dalam kenakalannya. Tapi dia pergi karena 'Mentalnya' harus mendapatkan perawatan. Sebuah kejadian di suatu hari yang suram membuat Zein kehilangan kewarasannya hingga semua pelayan memutuskan untuk mengirimnya ke sebuah tempat yang bernama 'Rumah Sakit Jiwa.' Dan lebih dari semua itu, keluarganya tidak mengetahui apa pun selama ini. #1Trauma🥇 #1Mental🥇 #1Keluarga🥇 #1Zein🥇 #1Brothership🥇 #1Bungsu🥇 #1Adik🥇 Ditulis pada Senin, 19 Januari 2026- Dipublikasikan pada Senin, 16 Maret 2026-

More details
WpActionLinkContent Guidelines